Mengenal Lebih Dalam Tentang Wudhu Yuk!!

Assalamu'alaikum, bismillah.
Saya bermaksud sharing soal thoharoh berwudhu. Kalau ada yang salah mohon dikoreksi.

Wudhu secara lughot adalah bersih dan indah, sedang menurut bahasa adalah membersihkan anggota wudhu kita dari hadast kecil. Wudhu merupakan syarat sahnya solat sesuai di Quran “Hai orang-orang yang beriman ! apabila kamu akan melaksanakan Sholat. Maka basuhlah mukamu dan Dua Tanganmu hingga kedua Siku. Dan sapulah kepalamu, kemudian basuhlah kedua Kakimu hingga kedua mata kaki ”. (Q.S. Al-Maidah : 6).

Rukun wudhu
1. Membasuh muka, para ulama membatasinya mulai dari batas tumbuh rambut sampai bawah dagu, dari telinga ke telinga.
2. Membasuh kedua tangan sampai ke siku; yaitu pergelangan lengan
3. Mengusap kepala keseluruhannya menurut Imam Malik dan Ahmad, sebagiannya menurut Imam Abu Hanifah dan Asy Syafi’iy
4. Membasuh kedua kaki sampai ke mata kaki, sesuai dengan sabda Nabi kepada orang yang hanya mengusap kakinya: “Celaka, bagi kaki yang tidak dibasuh, ia diancam neraka”. Muttafaq alaih

Itulah empat rukun yang tercantum secara tekstual dalam ayat wudhu di Al-Maidah ayat 6.
Tapi, masih ada 2 tambah, yaitu:

1. Niat. Ini menurut Imam Syafi’i, Malik, dan Ahmad sesuai dengan sabda Nabi saw
“Sesungguhnya semua amal itu tergantung niat.” (Muttafaq alaih). Dan cara melaksanakan niat tersebut ialah tepat pada waktu kita membasuh muka.

2. Tertib. Maksudnya, berurutan. Dimulai dari membasuh muka, tangan, mengusap kepala, lalu membasuh kaki.

Sunnah- sunnah ketika berwudhu

1.Bersiwak. Ini sesuai dengan sabda Nabi saw., “Jika tidak akan memberatkan umatku, akan aku perintahkan mereka bersiwak setiap kali berwudhu.” (Malik, Asy Syaf’iy, Al-Baihaqi, dan Al-Hakim). Disunnahkan pula bersiwak bagi orang yang berpuasa, seperti dalam hadits Amir bin Rabi’ah r.a. berkata, “Aku melihat Rasulullah saw. tidak terhitung jumlahnya bersiwak dalam keadaan berpuasa.” (Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi). Menurut Imam Syafi’i, bersiwak setelah bergeser matahari bagi orang yang berpuasa, hukumnya makruh.

2. Membaca Bismillah, "Tidak sempurna wudhu bagi mereka yang tidak menyebut nama Alloh " (Ibnu Majah, Tirmidzi, Abu Dawud ).

3.Membasuh dua telapak tangan tiga kali basuhan di awal wudhu, sesuai hadits Aus bin Aus Ats-Tsaqafiy r.a. berkata, “Aku melihat Rasulullah saw. berwudhu dan membasuh kedua tangannya tiga kali.” (Ahmad dan An Nasa’i).

4.Berkumur, menghisap air ke hidung dan menyemburkannya keluar. Terdapat banyak hadits tentang hal ini. Sunnahnya dilakukan secara berurutan, tiga kali, menggunakan air baru, menghisap air ke hidung dengan tangan kanan dan menyemburkannya dengan tangan kiri, menekan dalam menghisap kecuali dalam keadaan puasa.

5.Menyisir jenggot dengan jari-jari tangan. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah meriwayatkannya dari Utsman dan Ibnu Abbas r.a

6.Mengulang tiga kali basuhan. Banyak sekali hadits yang menerangkannya

7.Memulai dari sisi kanan sebelum yang kiri, seperti dalam hadits Aisyah r.a., “Rasulullah saw. sangat menyukai memulai dari yang kanan ketika memakai sandal, menyisir, bersuci, dan semua aktivitasnya.” (Muttafaq alaih).

8. Menggosok, yaitu menggerakkan tangan ke anggota badan ketika mengairi atau sesudahnya. Sedang bersambung artinya terus menerus pembasuhan anggota badan itu tanpa terputus oleh aktivitas lain di luar wudhu. Hal ini diterangkan dalam banyak hadits. Menggosok menurut madzhab Maliki termasuk dalam rukun wudhu, sedang terus menerus termasuk dalam rukun wudhu menurut madzhab Maliki dan Hanbali.

9. Mengusap dua telinga, seperti yang diriwayatkan oleh Abu Daud, Ahmad dan At-Thahawiy dari Ibnu Abbas dan Al-Miqdam bin Ma’ di Kariba.

10. Membasuh bagian depan kepala, dan memperpanjang basuhan di atas siku dan mata kaki. Seperti dalam hadits Nabi saw., “Sesungguhnya umatku akan datang di hari kiamat dalam keadaan putih berseri dari basuhan wudhu.”

11. Berdoa setelah wudhu, seperti dalam hadits Ibnu Umar r.a., Rasulullah saw. bersabda, “Tidak ada seorangpun di antara kalian yang berwudhu dan menyempurnakannya, kemudian berdo’a: أَشهَدُ أَنْ لَا إله إلّا اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ له، وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوله Aku Bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Maha Esa tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Pasti akan dibukakan baginya pintu-pintu surga yang delapan itu, dan dipersilahkan masuk dari mana saja.” (Muslim)

12. Shalat sunnah wudhu dua rakaat, seperti dalam hadits Uqbah bin Amir r.a. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Tidak ada seorangpun yang berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, kemudian shalat dua rakaat dengan menghadap wajah dan hatinya, maka wajib baginya surga.” (Muslim, Abu Daud, dan Ibnu Majah)


Cara - cara berwudhu

1. Niat yang merupakan rukun wudhu.

2.Membaca basmallah."Tidak sempurna wudhu bagi mereka yang tidak menyebut nama Alloh" ( Ibnu Majah, Tirmidzi, Abu Dawud).


3.Mencuci / membasuh telapak tangan."Apabila seseorang di antara kamu bangun dari tidurnya maka janganlah ia langsung memasukkan tangannya ke dalam tempat air sebelum mencucinya tiga kali terlebih dahulu sebab ia tidak mengetahui apa yang telah dikerjakan oleh tangannya pada waktu malam." Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut riwayat Muslim.

4. Berkumur."Jika engkau berwudlu berkumurlah." (Abu Dawud)

5. Memasukan air kedalam hidung. "Apabila seseorang di antara kamu bangun dari tidur maka hendaklah ia menghisap air ke dalam hidungnya tiga kali dan menghembuskannya keluar karena setan tidur di dalam rongga hidung itu." Muttafaq Alaihi.

6. Membasuh muka. Almaidah ayat 6, dimulai dari batas atas tumbuh rambut sampai batas terakhir tumbuh janggut dan dari batas terdalam telingan kanan sampai batas terdalam telinga kiri. Dari Utsman Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam menyela-nyelai jenggotnya dalam berwudlu. Dikeluarkan oleh Tirmidzi. Hadits shahih menurut Ibnu Khuzaimah.

7. Membasuh tangan, Abdullah ibnu Zaid berkata: Bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pernah diberi air sebanyak dua pertiga mud lalu beliau gunakan untuk menggosok kedua tangannya. Dikeluarkan oleh Ahmad dan dinilai shahih oleh Ibnu Khuzaimah.

8.Mengusap rambut dikepala. Dari Abdullah Ibnu Zain Ibnu Ashim Radliyallaahu 'anhu tentang cara berwudlu dia berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam mengusap kepalanya dengan kedua tangannya dari muka ke belakang dan dari belakang ke muka. Muttafaq Alaihi.

Lafadz lain dalam riwayat Bukhari - Muslim disebutkan: Beliau mulai dari bagian depan kepalanya sehingga mengusapkan kedua tangannya sampai pada tengkuknya lalu mengembalikan kedua tangannya ke bagian semula.

9.Mengusap daun telinga. Dari Abdullah Ibnu Amr Radliyallaahu 'anhu tentang cara berwudlu ia berkata: Kemudian beliau mengusap kepalanya dan memasukkan kedua jari telunjuknya ke dalam kedua telinganya dan mengusap bagian luar kedua telinganya dengan ibu jarinya. Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Nasa'i. Ibnu Khuzaimah menggolongkannya hadits shahih.

Dari dia pula: bahwa dia pernah melihat Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam mengambil air untuk mengusap kedua telinganya selain air yang beliau ambil untuk mengusap kepalanya. Dikeluarkan oleh Baihaqi. Menurut riwayat Muslim disebutkan: Beliau mengusap kepalanya dengan air yang bukan sisa dari yang digunakan untuk mengusap kedua tangannya. Inilah yang mahfudh.

10. Membasuh kaki. Dari Humran bahwa Utsman meminta air wudlu. Ia membasuh kedua telapak tangannya tiga kali lalu berkumur dan menghisap air dengan hidung dan menghembuskannya keluar kemudian membasuh wajahnya tiga kali. Lalu membasuh tangan kanannya hingga siku-siku tiga kali dan tangan kirinya pun begitu pula. Kemudian mengusap kepalanya lalu membasuh kaki kanannya hingga kedua mata kaki tiga kali dan kaki kirinya pun begitu pula. Kemudian ia berkata: Saya melihat Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam berwudlu seperti wudlu-ku ini. Muttafaq Alaihi.

11. Tertib. Dalam arti susunannya cara wudhunya berurutan.
- Mendahulukan yang kanan terlebih dahulu, Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila kamu sekalian berwudlu maka mulailah dengan bagian-bagian anggotamu yang kanan." Dikeluarkan oleh Imam Empat dan shahih menurut Ibnu Khuzaimah.

- Doa ketika selesai berwudhu.
حَـدَّ ثَـــنَا عَـلْــقَــمَـةُ بْـنُ عُـمَـرَ وَالدَّ ارَمِيُّ ثَـــنَا أَ بـُـوْ بَـكْرِ بْـنِ عَــبَّاسٍ عَنْ أَبِـيْ إِسْحَاق عَنْ عَــبْدِالـلّـــهِ بْـنِ عَطَاءِ الْــبَجَـلِـيُّ عَنَ عُـقْــبَـةَ بـْنِ عَامِـرٍ الْجُحَـنِيّ عَنْ عُمَـرَ بـْنِ الْخَـطَابِ قَالَ : قَالَ رَسُـوْ لُ الـلّـــهِ صَــلَّى الـلّـــهُ عَــلَــيْـهِ وَسَــلَّـمَ، مَامِنْ مُـسْــلِـمٍ يَـــتَـــوَ ضَّاءَ فَـــيُحْـسِـنُ الْــوُضُـوْ ءَ ثُـــمَّ يَـقُــوْ لُ : أَ شْـهَـدُ اَنْ لاَ اِلـهَ اِ لاَّ الـلّـــهُ، وَ ا شْــهَـدُ اَنَّ مُحَــمَّـدًا عَــبْــدُ هُ وَ رَسُــوْ لُــهُ ، اِ لاَّ فُــتِـحَـتْ لَــــهُ ثَــمَا نــِـيَــةُ أَ بْــوَابَ الْـجَــنَّــةِ ، يَــدْخُــلُ مِنْ أَ يـُّــهَا شَـاءَ `

“Mewartakan kepada kami Al-Qomah bin ‘Amar Ad-Darimiy. Mewartakan kepada kami Abu bakar bin ‘Ayyas. Dari Abu Ishaq. Dari ‘Abdullah bin ‘Atho’ Al-Bajaliy. Dari ‘Uqbah bin Amir Al-Juhaniy. Dari ‘Umar bin Khottob. Ia berkata :”Rasulullah Saw. bersabda :”Tiada seorang Muslim yang berwudhu’. Kemudian ia membaguskan Wudhu’nya. kemudian setelah itu ia membaca : Aku bersaksi bahwa Tiada Tuhan kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya”. Kecuali akan dibukakan baginya Pintu Surga. Dan ia boleh masuk dari pintu mana saja yang ia kehendaki”. (H.R. Sunan Ibnu Majah. Juz I Halaman : 361)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

MARI BERSAMA GURATKAN KATA UNTUK MENGUBAH DUNIA

Total Tayangan