Bidadari Malam

Bidadari bersayap hitam
melambaikan tangan pada sang Tuan
mencari rejeki di tengah malam
berharap keluarga esok masih bisa makan

bidadari bersorot mata tajam
tak pedulikan kejamnya zaman
mengais rejeki digelap malam
agar mampu bayar kontrakan

bidadari penghias malam
hadirmu slalu dinanti-nantikan
oleh mereka penikmat hiburan malam
kau pun bersyukur ada pendapatan tambahan

bidadari malam berwajah muram
kala jasamu tak dapat bayaran
bahkan kau pun sempat diancam
oleh pelanggan, si Tuan pembuat aturan

berjuta sayang kau hanya bidadari malam
yang slalu tertindas disiplin aturan
bahkan dicerca mereka yang tak mau paham
hingga diusir sampai kau terasingkan

oh... bidadari malam
pastilah di hatimu terdapat cahaya terang
meski arahmu terlampau tak karuan curam
karna cahayamu hampir redup oleh rasa ingin slalu senang

bidadari pelita kegelapan malam
kau belum mampu sinari jalanmu yang kelam mencekam
sadarlah! bahwa kau mampu terangi malam
dengan membuka tabir penutup hatimu yang pekat hitam

Raihlah Simpati Orang Lain

Kemampuan seorang hamba untuk meraih simpati, cinta, dan empati orang lain adalah satu dari sekian cara untuk mendapatkan kebahagiaan. Nabi Ibrohim berkata,
{Dan, jadikan aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian.}
(QS. Asy-Syura :84)
Menurut para ahli tafsir, kata lisana shidqin dalam ayat di atas berarti pujian yang baik.
Alloh juga berfirman berkaitan dengan Nabi Musa.
{Dan Aku Telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku.}
(QS. Thaha: 39)
Para ahli tafsir menafsirkan mahabbah dalam ayat di atas sebagai pengasihan, sehingga bisa dikatakan dengan lain perkataan: Bila ada orang lain melihatmu, maka ia pasti suka kepadamu.
Dalam sebuah Hadits Shahih disebutkan: “Kalian adalah saksi-saksi yang ada diatas bumi”, sedangkan lidah manusia itu adalah pena kebenaran.
Dalam sebuah riwayat shahih yang lain juga disebutkan: “Sesungguhnya Jibril menyeru penghuni langit, ‘Sesungguhnya Alloh mencintai fulan, maka seluruh penghuni langit pun mencintainya. Dan, iapun datakdirkan untuk diterima di muka bumi.
Penampilan yang selalu ceria, tutur kata yang lembut, dan akhlak yang baik akan menumbuhkan simpati orang lain. Sikap yang lembut adalah faktor kuat untuk menarik simpati orang lain. Atas dasar itulah Rosululloh pernah bersabda, “Tidaklah kelemahlembutan itu ada pada sesuatu, kecuali ia akan menghiasinya. Dan tidaklah kelemahlembutan itu dicabut, kecuali akan menjadi cela.”
Rosululloh juga bersabda,“Barangsiapa tidak diberi kelemahlembutan,maka dia telah terhalang dari semua kebaikan.”
Seorang bijak bestari mengatakan, “Kelemahlembutan itu mampu menarik ular keluar dari liangnya.”
Orang-orang barat mengatakan,”Ambillah madunya, tapi jangan merusak sarangnya.”
Dalam hadits shahih disebutkan: “Seorang mukmin itu ibarat seekor lebah, yang makan dari makanan yang baik, menghasilkan yang baik, dan jika hinggap di atas sebuah dahan maka dia tidak merusakknya.”
MARI BERSAMA GURATKAN KATA UNTUK MENGUBAH DUNIA
free counters

Total Tayangan