AKSI NYATA MODUL 1.4 CALON GURU PENGGERAK ANGKATAN 5
    BUDAYA POSITIF DI SEKOLAH




1. Latar Belakang

            Perkembangan tekhnologi yang semakin pesat membawa dampak terhadap perkembangan karakter peserta didik. Fenomena krisis karakter yang muncul di negara ini semakin mengkhawatirkan. Hal ini disebabkan karena sebagian besar anak muda sekarang mengikuti trend budaya dari luar negeri tanpa mengkaji ulang terlebih dahulu. Begitu pula dengan peserta didik di leingkungan sekolah. Untuk itu, kita sebagai pendidik perlu menerapkan kembali budaya positif pada anak di lingkungan sekolah, agar nantinya mereka mampu menyaring dampak negatif dari luar negeri tersebut.

             Upaya dalam menanamkan budaya positif di sekolah, guru memiliki peran sentral, yaitu sebagai posisi kontrol, guru sebagai manajer dalam menerapkan budaya positif. Guru juga berperan sebagai motivator dan inspirator dalam menumbuhkan budaya positif, serta menjadi agen transformasi perubahan untuk merujudkan peserta didik yang memiliki karakter profil Pelajar Pancasila. Untuk mencapai tujuan mulia tersebut, guru tentunya harus berkolaborasi dengan kepala sekolah, rekan guru lainnya, dan peserta didik, serta melibatkan orangtua dan masyarakat sekitar.


2. Tujuan Pembelajaran Khusus:

        Calon Guru Penggerak dapat menyampaikan pembelajaran dari penerapan konsep inti dari modul Budaya Positif serta pemahaman mereka mengenai konsep-konsep inti dalam modul Budaya Positif.



 3. Deskripsi Aksi Nyata

        Aksi nyata yang saya lakukan yaitu membuat kesepakatan kelas yang berpihak pada murid dan melakukan pengimbasan tentang budaya positif kepada rekan guru lainnya di sekolah dengan terlebih dahulu mengkomunikasikannya kepada kepala sekolah. Mengingat urgensi budaya positif di sekolah sebagai calon guru penggerak saya harus mengambil langkah ke arah perubahan yang lebih baik. Melalui kegiatan pengimbasan tersebut saya berharap semua warga sekolah bisa mengimplementasikan budaya positif di lingkungan sekolah.

         

4. TOLOK UKUR

1. Peserta didik dapat melaksanakan keyakinan yang telah disepakati bersama dengan penuh kesadaran dari dalam dirinya (motivasi intrinsik)

2. Terwujudnya peserta didik yang memiliki karakter profil Pelajar Pancasila sebagai bentuk budaya positif di sekolah

3. Rekan guru di sekolah lebih memahami pentingnya menerapkan budaya positif di sekolah dalam melaksanakan perannya sebagai pendidik

 

5. LINI MASA

 



6. DUKUNGAN YANG DIBUTUHKAN

Untuk kelancaran dari tindakan aksi nyata yang saya lakukan di sekolah, tentunya membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, yaitu kepala sekolah, rekan-rekan guru, peserta didik, orang tua wali murid dan sarana prasarana.

7. HASIL AKSI NYATA 

1. Kegiatan aksi nyata melalui membangun kesepakatan kelas membuat siswa merasa lebih percaya diri karena telah menjadi bagian dalam pengambilan keputusan di kelasnya

 2. Rekan guru di sekolah antusias ingin membuat kesepakatan kelas yang berpihak pada murid.

3. Kegiatan pengimbasan kepada rekan sejawat membuat rekan sesama guru lebih memahami pentingnya menerapkan budaya positif dan bersama-sama menumbuhkan budaya positif di sekolah.

 8. PEMBELAJARAN YANG DIDAPAT DARI AKSI NYATA

Keberhasilan
Menumbuhkan kebiasan pada siswa sehingga menjadi sebuah pembiasaan dan akhirnya menjadi budaya positif bukan hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di lingkungan masyarakat

Tantangan
Perbedaan karakteristik murid yang beragam dan adaptasi dari budaya lama ke budaya baru membutuhkan proses waktu dan hasilnya pun bertahap.

9. RENCANA BERKELANJUTAN

 1. Pada setiap tahun pelajaran baru, saya akan membuat keyakinan kelas melalui kesepakatan di kelas saya

2. Mempromosikan diri pada kontrol manajer setiap kali menghadapi sebuah permasalahan

3. Melaksanakan tahapan pada segitiga restitusi setiap kali menyelesaikan masalah dengan peserta didik

 













 

GURU GENERASI MILLENIAL GARDA UTAMA DALAM MEMBENTENGI GENERASI JAMAN NOW HINGGA GENERASI JAMAN OLD DARI VIRUS HOAKS

GURU GENERASI MILLENIAL GARDA UTAMA DALAM MEMBENTENGI GENERASI JAMAN NOW HINGGA GENERASI JAMAN OLD DARI VIRUS HOAKS

Definisi Hoaks, Penyebaran Serta Dampak Negatifnya

Hoaks, merupakan kata serapan dari kata Hoax dalam bahasa inggris dan sudah terdaftar di kamus besar bahasa Indonesia yang berarti suatu tindakan yang dimaksudkan untuk menipu atau menjebak.  Kata hoaks (Hoax) menurut ahli filologi inggris, Robert Nares, muncul pada akhir abad ke 18. Asal kata hoaks diduga dari kata “Hocus” yang artinya  jelas-jelas “untuk menipu”.  Tindakan berbohong yang dilakukan oleh seseorang itu bisa juga mengarah ke tingkatan yang lebih keji, yaitu fitnah. Mengatakan suatu pernyataan mengenai seseorang padahal orang tersebut tidak melakukannya.

Seiring kemajuan teknologi yang sangat pesat, persebaran arus komunikasi dan informasi semakin mudah untuk di akses oleh siapapun, kapanpun dan di manapun. Akses praktis jejaring komunikasi dan media sosial menjadi sorotan utama dalam penyebaran berita hoaks. Penyebaran berita hoaks tersebut bisa berupa potongan gambar ‘meme’, penyalahgunaan gambar kejadian yang dipakai untuk menguatkan deskripsi kebohongan berita, berita-berita palsu, cuitan-cuitan kebohongan pada media sosial dan juga video yang berisi informasi palsu pula. Hoaks-hoaks tersebut sangat banyak jumlahnya di kanal instagram, twitter, facebook, youtube dan kanal media sosial lainnya.

Berdasarkan data laporan pengaduan konten negatif yang masuk ke kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pada Januari hingga April 2017 laporan yang masuk tentang hoaks mencapai 5.864. Isi dari berita hoaks tersebut beraneka ragam, dan yang paling krusial adalah masalah agama, politik, sosial serta fenomena alam. Penyebaran berita hoaks di media sosial memiliki ciri sebagai berikut:

1. Umumnya pelaku penyebar akan mengambil salah satu foto untuk diedit sedemikian rupa dan diberikan tulisan-tulisan tertentu yang ditujukan untuk menguntungkan salah satu golongan dan merugikan golongan yang lain.

2. Pelaku hoaks umumnya menggunakan akun anonim (akun dengan nama palsu) untuk membuat berita hoaks dan menyebarkannya di berbagai media sosial. Berita tersebut memiliki judul yang tendensius sehingga membuat orang lain penasaran dengan judul dari berita tersebut. Bahkan, tidak sedikit orang yang langsung percaya dengan judul tersebut dan menyebarkannya tanpa membaca isi dari berita dan mencari kebenaran dari berita tersebut.

3. Pelaku hoaks memiliki akun media sosial yang banyak untuk menyebarkan berita yang telah di unggah, mengomentari dan menggiring opini dengan kalimat-kalimat yang bisa membuat pembaca lainnya yakin bahwa berita tersebut adalah berita yang valid.

Dampak Negatif Apa Saja yang Bisa Ditimbulkan dari Berita Hoaks?

Dikutip dari laman https://dapoyster.wordpress.com/2017/02/10/4-dampak-hoax-yang-merugikan/  sedikitnya ada empat dampak negatif hoaks yaitu: 1) Merugikan suatu pihak, 2) Memberikan reputasi buruk akan seseorang/sesuatu, 3) Menyebarkan fitnah dan 4) Menyebarkan informasi yang salah. Dampak yang paling parah adalah yang ke tiga yaitu menyebarkan fitnah. Dalam Al Qur’an disebutkan bahwa “Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. (Q.S : 2; 191)”.
 Banyak sekali kerugian yang diakibatkan dari suatu fitnah. Bahkan perang yang sudah dan masih berlangsung di berbagai Negara juga terjadi dikarenakan berita hoaks dan fitnah. Dampak  hoaks bisa saja lebih dari keempat dampak yang sudah disebutkan, hoaks tidak semata mengenai reputasi pihak korban yang dijadikan hoaks, namun banyak hal kompleks lainnya yang disebabkan oleh hoaks.


Peran Guru Millenial dalam Membentengi Arus Penyebaran Berita Hoaks

Sebagai guru, terutama guru muda yang melek teknologi dalam hal ini sebutan keren bagi guru tersebut adalah guru “Millenial” memiliki peran yang sangat penting untuk membendung arus persebaran berita hoaks. Sasaran utama bagi guru millennial tersebut adalah para murid serta guru tua yang cenderung mudah percaya dengan berita hoaks. Perlu diketahui mengapa guru tua, atau guru jaman old bisa dibilang kurang dalam hal literasi informasi sehingga menganggap semua berita yang didapat adalah berita benar. Akan tetapi, tidak dipungkiri pula guru millenial juga bisa menjadi korban berita hoaks. Karena, menurut pandangan psikologis, ada dua factor yang dapat menyebabkan seseorang cenderung mudah percaya pada berita hoaks yaitu adanya perasaan yang terafirmasi atau subjektifitas seseorang dalam menanggapi opini dan juga dipengaruhi Anonimitas pesan hoaks itu sendiri. Jadi, siapapun bisa menjadi korban berita hoaks.

Pemberian informasi kepada para siswa sekolah menengah atas (SMA) mengenai bahaya hoaks merupakan langkah tepat untuk membendung penyebaran hoaks di dunia maya. Pasalnya, anak usia SMA merupakan pengguna aktif di berbagai media sosial. Dengan mengedukasi siswa SMA diharapkan mereka bisa berpartisipasi untuk mengklarifikasi setiap berita hoaks yang mereka jumpai, atau setidaknya mereka tidak ikut menyebarkan berita hoaks.

Lalu, bagaimana cara mengidentifikasi hoaks yang benar agar mudah dipahami terutama bagi siswa SMA? Ketua Masyarakat Indonesia Anti Hoaks Septiaji Eko Nugroho yang dimuat pada laman kominfo.go.id menguraikan lima langkah sederhana yang bisa membantu dalam mengidentifikasi mana berita hoaks dan mana berita asli. Berikut penjelasannya:

1. Hati-hati dengan judul provokatif
Berita hoaks seringkali menggunakan judul sensasional yang provokatif, misalnya dengan langsung menudingkan jari ke pihak tertentu. Isinya pun bisa diambil dari berita media resmi, hanya saja diubah-ubah agar menimbulkan persepsi sesuai yang dikehendaki sang pembuat hoaks.

Oleh karenanya, apabila menjumpai berita denga judul provokatif, sebaiknya Anda mencari referensi berupa berita serupa dari situs online resmi, kemudian bandingkan isinya, apakah sama atau berbeda. Dengan demikian, setidaknya Anda sebabagi pembaca bisa memperoleh kesimpulan yang lebih berimbang.

2. Cermati alamat situs
Untuk informasi yang diperoleh dari website atau mencantumkan link, cermatilah alamat URL situs dimaksud. Apabila berasal dari situs yang belum terverifikasi sebagai institusi pers resmi -misalnya menggunakan domain blog, maka informasinya bisa dibilang meragukan.

Menurut catatan Dewan Pers, di Indonesia terdapat sekitar 43.000 situs di Indonesia yang mengklaim sebagai portal berita. Dari jumlah tersebut, yang sudah terverifikasi sebagai situs berita resmi tak sampai 300. Artinya terdapat setidaknya puluhan ribu situs yang berpotensi menyebarkan berita palsu di internet yang mesti diwaspadai.

3. Periksa fakta
Perhatikan dari mana berita berasal dan siapa sumbernya? Apakah dari institusi resmi seperti KPK atau Polri? Sebaiknya jangan cepat percaya apabila informasi berasal dari pegiat ormas, tokoh politik, atau pengamat.

Perhatikan keberimbangan sumber berita. Jika hanya ada satu sumber, pembaca tidak bisa mendapatkan gambaran yang utuh. Hal lain yang perlu diamati adalah perbedaan antara berita yang dibuat berdasarkan fakta dan opini. Fakta adalah peristiwa yang terjadi dengan kesaksian dan bukti, sementara opini adalah pendapat dan kesan dari penulis berita sehingga memiliki kecenderungan untuk bersifat subyektif.

4. Cek keaslian foto
Di era teknologi digital saat ini , bukan hanya konten berupa teks yang bisa dimanipulasi, melainkan juga konten lain berupa foto atau video. Ada kalanya pembuat berita palsu juga mengedit foto untuk memprovokasi pembaca.

Cara untuk mengecek keaslian foto bisa dengan memanfaatkan mesin pencari Google, yakni dengan melakukan drag-and-drop ke kolom pencarian Google Images. Hasil pencarian akan menyajikan gambar-gambar serupa yang terdapat di internet sehingga bisa dibandingkan.

5. Ikut serta grup diskusi anti-hoaks
Di Facebook terdapat sejumlah fanpage dan grup diskusi anti hoaks, misalnya Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH), Fanpage & Group Indonesian Hoax Buster, Fanpage Indonesian Hoaxes, dan Grup Sekoci.

Di grup-grup diskusi ini, netizen bisa ikut bertanya apakah suatu informasi merupakan hoax atau bukan, sekaligus melihat klarifikasi yang sudah diberikan oleh orang lain. Semua anggota bisa ikut berkontribusi sehingga grup berfungsi layaknya crowdsourcing yang memanfaatkan tenaga banyak orang.

Tidak peduli guru bidang mata pelajaran apapun, seorang guru harus bisa mengedukasi para murid untuk lebih tanggap terhadap berita hoaks. Guru bisa memberikan penjelasan kepada murid di sela-sela jam mengajar di kelas. Tentunya dengan gaya bahasa yang mudah untuk dipahami anak usia sekolah. Kaitannya dengan hal itu, berikut kiat-kiat yang bisa dilakukan guru untuk memberikan pemahaman kepada siswa:

1. Pastikan anda menguasai dan membuat suasana kelas menjadi terkendali sehingga bisa mengambil perhatian siswa.

2. Sampaikan salah satu berita terkini yang ada kaitannya dengan berita hoaks.

3. Ajak siswa untuk berpikir secara logis untuk mencermati isi berita yang disampaikan oleh anda dan membandingkan dengan berita yang lain.

4. Setelah siswa paham bahwa berita yang anda sampaikan adalah berita hoaks. Ceritakan kisah nyata yang merupakan dampak negatif dari berita hoaks. Dalam hal ini tentunya anda harus pandai bercerita.

5. Ajak siswa untuk lebih peduli dalam menanggapi berita hoaks di media sosial dengan cara turut mengklarifikasi setiap berita hoaks yang mereka jumpai, atau minimal  dengan tidak ikut menyebarkan berita hoaks.

6. Tanamkan kepada siswa sikap berani menyampaikan kebenaran meskipun pahit. Dan dorong siswa untuk berani menanggapi berita hoaks yang disebarkan di grup Whatsapp pertemanan maupun grup keluarga. Karena banyak sekali berita hoaks yang disebarkan melalui grup Whatsapp.

Selain terhadap murid, guru millennial juga harus berani menyampaikan klarifikasi berita hoaks yang telah disebarkan oleh kolega di sebauh grup Whatsapp guru misalnya. Meskipun terkadang sebagai guru muda masih cenderung sungkan untuk menanggapi postingan guru senior, akan tetapi untuk masalah berita hoaks, guru muda harus menjadi garda depan dalam menghalau menyebarnya berita hoaks, dan harus ingat pastikan menggunakan cara yang halus dan sopan dalam menyampaikan kebenaran. Pastinya, guru senior akan bisa memahami jika apa yang telah disebarkan adalah berita hoaks dan sudah ada klarifikasi yang terpercaya.

Tidak jauh beda dengan cara yang disampaikan kepada para murid dan kolega guru. Pentingnya menanamkan pengetahuan bagaimana cara mengidentifikasi berita hoaks juga harus kita sampaikan terhadap keluarga. Karena tidak jarang anggota keluarga saling berseteru dikarenakan berita palsu yang mungkin menimpa dirinya.

Pernah suatu ketika ada salah seorang guru mngirimkan foto beserta artikel tentang fenomena munculnya dua matahari di kutub utara di grup WA guru. Dari artikel tersebut memiliki judul tendensius dan berisi tentang kabar tanda kiamat sudah datang juga disertai bukti-bukti ilmiah sehingga bagi orang awam, bisa dengan mudah percaya dengan berita hoaks tersebut. Beberapa guru lainnya menangapi berita tersebut dengan beragam ekspresi. Ada yang langsung percaya dengan membuktikan teori fisika, ada juga yang tidak percaya. Kemudian, saya dan teman saya yang merupakan guru muda di sekolah tempat saya mengajar, menanggapi berita tersebut dengan klarifikasi yang logis dan bukti kebohongan berita tersebut. Saya menjelaskan tentang teknik manipulasi photoshop yang dengan mudah mengkreasikan berbagai macam foto sesuai keinginan pembuatnya. Tidak hanya itu, saya juga memosting klarifikasi berita hoaks tersebut dari alamat website yang bisa dipercaya. Akhirnya perdebatan argument tentang fenomena matahari ganda tersebut berangsur reda dan notifikasi WhatsApp kembali tenang.


Turn Back Hoax

Apabila menjumpai informasi hoaks, lalu bagaimana cara untuk mencegah agar tidak tersebar. Pengguna internet bisa melaporkan hoaks tersebut melalui sarana yang tersedia di masing-masing media. Untuk media sosial Facebook, gunakan fitur Report Status dan kategorikan informasi hoaks sebagai hatespeech/harrasment/rude/threatening, atau kategori lain yang sesuai. Jika ada banyak aduan dari netizen, biasanya Facebook akan menghapus status tersebut. Untuk Google, bisa menggunakan fitur feedback untuk melaporkan situs dari hasil pencarian apabila mengandung informasi palsu. Twitter memiliki fitur Report Tweet untuk melaporkan twit yang negatif, demikian juga dengan Instagram. Kemudian, bagi pengguna internet Anda dapat mengadukan konten negatif ke Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan melayangkan e-mail ke alamat aduankonten@mail.kominfo.go.id. Masyarakat Indonesia Anti Hoax juga menyediakan laman data.turnbackhoax.id untuk menampung aduan hoaks dari netizen. TurnBackHoax sekaligus berfungsi sebagai database berisi referensi berita hoaks.

Kemudahan mengakses informasi seharusnya bisa membuat orang semakin berkreasi dan berinovasi untuk mengukir prestasi. Bukan sebaliknya, diberikan kemudahan malah dipakai untuk menyebarkan kebohongan, fitnah dan kebencian hanya untuk menuruti nafsu yang telah terkontaminasi hasutan setan. Masyarakat Indonesia harus bijak dalam memanfaatkan kemajuan teknologi dan informasi. Siapapun kalian, berprofesi sebagai apapun. Jadilah yang pertama untuk menyegah dan mengklarifikasi beredarnya berita hoaks.

#AntiHoax #PGRIJATENG #MARIMAS
   


Let’s smart, let’s be #GenLangitBiru

Let’s smart, let’s be #GenLangitBiru


Generasi Milenial


Era milenial melahirkan generasi-generasi muda yang memiliki keunikan tersendiri dari generasi sebelumnya. Generasi milenial, atau yang lebih hits sekarang ini adalah generasi anak muda jaman now. Generasi yang lahir di tengah-tengah kemajuan teknologi yang sangat pesat. Cirri-ciri generasi jaman now adalah mereka yang suka mengikuti perkembangan teknologi, budaya dan beraneka macam tingkah kekinian. Disibukkan dengan kecanggihan gawai dengan ribuan aplikasinya. Selalu eksis di dunia maya. Serta cenderung anti sosial di kehidupan nyata. Generasi milenial juga ditndai dengan kreativitas yang luar biasa, mengingat begitu mudahnya akses untuk berselancar menelusuri apapun yang mereka inginkan. Lihat saja, banyak karya ilmiah dan teknologi terbarukan yang mampu mereka kreasikan di berbagai bidang ilmu pengetahuan.

Akan tetapi, kelebihan-kelebihan dari generasi milenial itu kurang diimbangi dengan aksi sosial yang memang bagi mereka bukanlah suatu yang ngetrend dibandingkan dengan prestasi dalam ilmu pengetahuan atau mungkin ketenaran ketika menikmati keindahan suatu lokasi wisata. Masih ingat kan? Taman bunga yang rusak akibat ulah kids jaman now. Mengekspresikan tingkahnya tanpa mempedulikan kondisi taman bunga yang rusak akibat ulah mereka. Atau mungkin kesadaran untuk menyelamatkan lingkungan dengan membuang sampahlah… banyak yang masih abai, beda ketika mereka mengikuti turnamen yang lebih seru daripada membersihkan sampah. Misal diingatkan oleh guru atau orang di sekitar, paing satu dua hari bersih, akan tetapi hari selanjutnya akan kembali berserakan lagi sampahnya.


Generasi Langit Biru

Saatnya anak-anak generasi milenial beradaptasi menjadi generasi langit biru. Apa itu generasi langit biru? Generasi langit biru atau #GenLangitBiru merupakan suatu istilah yang dicetuskan oleh PERTAMINA ditujukan khususnya kepada kaum muda untuk mewujudkan suasana langit yang kembali berwarna biru. Asri, layaknya suasana langit di pedesaan atau di pegunungan. Berwarna biru yang menenteramkan mata jika dipandang. Tidak hanya itu saja, kesadaran untuk turut melestarikan lingkungan juga menjadi pondasi untuk mewujudkan keasrian alam sekitar kita. Dengan menanam dan merawat pepohonan, turut bersama bekerja bakti membersihkan lingkungan, serta paling tidak memiliki sebuah komunitas yang berisikan anak muda yang peduli terhadap lingkungan. Contoh sederhananya, ikut merawat pepohonan di pinggir jalan, mencabuti paku-paku yang digunakan untuk menempelkan iklan di pohon-pohon pinggir jalan. Tindakan tersebut merupakan sesuatu yang sangat cerdas untuk menyelamatkan lingkungan. Bayangkan, jika pepohonan di pinggir jalan tidak tumbuh secara normal, atau bahkan sampai mati, maka berapa banyak polusi asap kendaraan bermotor yang tidak bisa diserap oleh pepohonan tersebut.

Jika kalian tinggal di kota besar, Jakarta misalnya, kalian mungkin tidak akan sempat menikmati birunya langit. Pengalaman penulis sendiri yang pernah tinggal di Jakarta selama dua tahun, langit Jakarta sangat pekat berwarna abu-abu. Polusi dari berbagai sumber polusi, terutama polusi dari asap pembuangan kendaraan bermotor. Pada lebaran tahun 2016 kemarin, ada seorang netizen yang memposting keadaan langit Jakarta yang sangat beda dari hari biasanya. Ini jelas menjadi bukti bahwa banyaknya penggunaan kendaraan bermotor menjadi salah satu pemicu sumber polusi udara di ibu kota Jakarta.




foto keadaan Jakarta saat Lebaran tahun 2016
Sumber foto: kaskus.co.id

#GenLangitBiru sebenarnya diambil berdasar proyek kilang Pertamina dalam meningkatkan kualitas bahan bakar minyak dari Premium (RON 88) menjadi Pertamax (RON 92). Yang artinya, Pertamina sedang meningkatkan kualitas BBM yang lebih ramah lingkungan sehingga kualitas udara lebih terjaga dan lebih sehat.

Bicara tentang RON, nih penjelasan singkat mengenai apa sebenarnya RON itu. RON merupakan kependekan dari Research Oktan Number yang berarti angka oktan yang terkandung dalam bensin. Oktan sendiri adalah satuan angka yang menunjukkan tingkat ketukan bensin untuk mesin saat terjadi pembakaran. Semakin tinggi kadar oktan dalam bahan bakar, maka semakin bagus pula ketukan pembakaran pada mesin tersebut.

Usaha peningkatan kadar RON yang dilakukan Pertamina bukan tanpa alasan. RON 92 atau yang biasa disebut dengan pertamax merupakan bahan bakar yang sangat bagus bagi kendaraan bermotor yang dewasa ini menggunakan teknologi canggih. Jika tidak diimbangi dengan pemakaian jenis bahan bakar yang berkualitas bagus, maka bisa dipastikan, mesin kendaraan bermotor tersebut tidak bisa berfungsi secara optimal. Bahkan bisa sampai terjadi kerusakan.

Nah, bagi kalian para generasi milenial, mulai saat ini bersiaplah untuk menjadi Generasi Langit Biru yang turut serta merawat lingkungan sekitar dari hal yang sering kalian anggap remeh hingga penggunaan kendaraan bermotor yang tidak bisa lepas dari aktifitas kalian sehari-hari. Sayangi kendaraan bermotor kalian dengan menggunakan bahan bakar minyak yang meiliki nilai oktan lebih tinggi. Dalam hal ini adalah Pertamax.

Generasi milenial yang berafiliasi menjadi Generasi Langit Biru harus bisa menjadi jati diri anak muda. Let’s smart, let’s be #Gen Langit Biru

MENANAMKAN BUDAYA MEMBACA PADA SISWA SEKOLAH DASAR

MENANAMKAN BUDAYA MEMBACA PADA SISWA SEKOLAH DASAR

Pemerintah republik Indonesia melalui peraturan menteri pendidikan telah berusaha untuk meningkatkan budaya membaca bagi siswa-siswi di semua jenjang sekolah dari dasar hingga menengah atas. Peraturan tersebut dikemas dalam wadah Kurikulum 2013 yang telah disempurnakan melalui berbagai revisi. Penekanan membudayakan literasi telah menjadi sendi dari penerapan proses pembelajaran yang tertulis jelas pada perangkat pembelajaran (RPP). Selain itu, pembiasaan membaca juga diterapkan pada  jam di luar jam pembelajaran, yaitu 15 menit sebelum jam pembelajaran dimulai. Pembiasaan tersebut tertuang pada Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015. Namun, untuk menyukseskan rencana besar itu, dibutuhkan suatu pembiasaan yang harus terus menerus dilakukan sejak usia dini dan dibutuhkan konsistensi yang sangat besar.

Penerapan pembiasaan budaya membaca sejak dini di era kemajuan teknologi yang sangat pesat ini menghadapi tantangan yang sangat berat. Pola asuh orang tua yang memberikan gawai kepada anaknya dikarenakan anak mencontoh perilaku orang tua yang tidak bisa lepas dari gawai, menjadikan anak kurang bisa peduli dengan lingkungan di sekitar. Otomatis, hal ini menjadikan peran guru sebagai pihak yang seharusnya mampu mengontrol kecanduan peserta didik terhadap gawai. Jika kita coba menanyakan kepada anak usia SD untuk memilih satu di antara dua pilihan; yaitu antara buku bacaan atau gawai, pasti mereka lebih banyak yang memilih gawai untuk menghabiskan waktunya. Meski juga pemerintah telah menyiasati dengan memanfaatkan gawai sebagai media edukasi, akan tetapi anak lebih cenderung untuk memilih permainan yang jauh lebih seru bagi mereka.

Dikutip dari kompas.com, berdasarkan data dari UNESCO, persentase minat baca anak Indonesia sebesar 0,01 persen. Artinya, dari 10.000 anak bangsa, hanya satu saja yang memiliki minat baca. Tentu data tersebut sangat memprihatinkan. Dibandingkan dengan Negara lain, Negara maju setiap penduduknya membaca 20 hingga 30 judul buku setiap tahunnya. Sebaliknya di Indonesia, penduduknya hanya membaca paling banyak tiga judul buku dan itupun masyarakat usia 0-10 tahun.

Minimnya minat baca masyarakat Indonesia bisa berdampak negatif bagi mereka sendiri juga bagi kemajuan Indonesia. Dampak negatif bagi individu yang tidak gemar membaca salah satunya adalah mudah percaya dengan berita hoaks hingga informasi yang bersifat fitnah. Maraknya penyebaran berita hoaks di Indonesia sudah menjadi santapan setiap hari di berbagai media sosial. Bagi anak usia SD lebih parah lagi, mereka tidak akan bisa memiliki imajinasi tentang harapan dan cita-cita yang seharusnya mereka miliki dengan pengetahuan dari membaca buku. Di tambah perilaku anak yang lebih suka melihat acara televise, bermain gawai, game online, serta permainan lainnya yang bisa menurunkan minat baca danbelajar di usia mereka. Apa jadinya 45 tahun di masa yang akan datang jika masalah ini tidak bisa diatasi dengan baik.

Buku sebagai jendela dunia, sudah nyata memberikan banyak manfaat bagi pembacanya. Jika tubuh kita harus mengonsumsi makanan yang menyehatkan agar tetap hidup, maka otak juga perlu mengonsumsi agar tetap kuat dan sehat seperti organ tubuh yang lainnya. Apa yang harus dikonsumsi otak? Adalah bacaan sehat yang harus dikonsumsi oleh otak. Dengan membaca beberapa menit, dapat membantu menekan perkembangan hormon stress seperti hormone kortisol. Dengan membaca dapat mencegah penyakit Alzheimer, demensia dan dapat membantu menurunkan tingkat stress hingga 67% (manfaat.co.id). bagi anak usia SD tentunya dengan jumlah sel otak yang masih bagus dan mudah menyerap informasi bisa sangat bermanfaat sekali. Selain menyehatkan otak, membaca juga bisa menambah wawasan dan pengetahuan, menambah kosakata dan meningkatkan kualitas memori ingatan pada otak.

Dari dampak negatif akibat kurang minatnya siswa dalam membaca dan juga banyak manfaat dari kegiatan membaca buku, diharapkan guru SD bisa menanamkan pengertian terhadap para siswa tentang manfaat membaca buku. Agar para siswa menjadi lebih gemar membaca. Tentunya selain memberikan pengertian terhadap para siswa, guru juga harus mampu memberikan pengertian terhadap orang tua siswa agar turut aktif menanamkan kebiasaan membaca buku anaknya ketika di rumah. Untuk menumbuhkembangakan minat baca, cara berikut mungkin bisa diterapkan terhadap anak baik di rumah maupun di sekolah:

1.      Memberikan contoh
Seorang guru harus bisa memberikan contoh kegemaran membaca buku kepada para siswa. Entah itu ketika di sela-sela jam mengajar, istirahat atau saat jam sekolah telah berakhir. Memberikan contoh ini lebih efektif daripada menyuruh memaksa anak untuk harus membaca buku di setiap harinya. Dengan memberikan contoh membaca di setiap kesempatan, secara tidak langsung para siswa memperhatikan tindakan guru dan ketika siswa sudah penasaran, pasti dengan mudah siswa bisa kita ajak untuk membaca buku.

2.      Menyisipkan cerita
Seorang guru harus bisa menyisipkan cerita yang sangat seru, atau menceritakan ulang cerita dari buku bacaan seusia anak SD di sela-sela proses pembelajaran. Penyisipan cerita bisa menjadi hal yang mengasyikkan bagi siswa, apalagi di saat jam pelajaran yang sulit dan jam-jam rawan mengantuk bagi siswa. Dengan pengalihan topik pelajaran menjadi cerita dan pemenggalan cerita di bagian yang seru, bisa membuat rasa penasaran bagi siswa sehingga mereka akan mencarinya pada buku yang telah diberitahukan oleh guru.  

3.      Mampu menginspirasi dan memotivasi
Seorang guru harus bisa menginspirasi siswa. Inspirasi bisa didapatkan dari buku bacaan. Buku biografi pahlawan misalnya. Dengan nada optimis, sampaikan kalimat-kalimat motivasi yang pernah diungkapkan oleh tokoh-tokoh Indonesia maupun luar negeri. Tunjukkan nama-nama tokoh hebat tersebut, serta jasa apa saja yang telah ditorehkan untuk kebermanfaatan bagi umat manusia. Dan usahakan hindarkan motivasi yang berupa gombalan perjuangan dalam menggapai cinta. Karena, masalah cinta terhadap lawan jenis bisa disalah artikan oleh siswa SD.
4.     
Membuat grup baca
Setelah ada ketertarikan siswa terhadap membaca buku, buatlah grup baca buku di sekolah. Luangkan waktu sepulang sekolah selama 1 atau 2 jam untuk menjelajahi perpustakaan di sekolah. Dampingi siswa dalam membaca buku. Libatkan diri anda dengan mereka dalam diskusi kecil atau meminta siswa untuk menceritakan kembali buku bacaan yang telah dibaca.
5.      Ajak berkarya

Untuk lebih menambah kegemaran siswa dalam membaca buku, ajaklah mereka untuk berkarya. Tentu bagi siswa yang sudah gemar mebaca, pastinya mereka akan memiliki keinginan untuk menulis juga. Tantang siswa untuk menulis karangan bebas. Dengan tanpa menggurui, galilah pemikiran ide-ide kreatif siswa dalam menulis. Setelah berhasil menyelesaikan penulisan cerita, tingkatkan lagi mental siswa, dengan cara mengikutkan siswa dalam berbagai lomba kepenulisan. Tidak berhenti di situ, cobalah untuk membukukan tulisan-tulisan karangan siswa. Jadikan tulisan-tulisan tersebut dalam sebuah buku yang bisa membanggakan bagi mereka. Untuk yang terakhir ini, memang diperlukan biaya dalam proses penerbitan dan penyetakannya.

Tidak bisa dipungkiri, kemajuan teknologi seperti pisau bermata dua. Di satu sisi bisa bermanfaat, di sisi yang lainnya bisa menjerumuskan pada hal yang negatif. Kaitannya dengan menumbuhkembangkan minat baca siswa, sebenarnya gawai juga bisa dimanfaatkan untuk tujuan tersebut. Ambil contoh pada aplikasi WATTPAD. Aplikasi tersebut memberikan fasilitas kemudahan bagi kita untuk membaca berbagai jenis karya sastra secara gratis dari penulis amatir hingga professional. Selain itu, kita juga bisa menampilkan karya sastra kita dengan tema apapun pada aplikasi tersebut. Dan pastinya karya kita bisa dibaca oleh pengguna aplikasi di seluruh Indonesia. Tidak hanya itu saja, sudah banyak penulis amatir di aplikasi tersebut yang tulisannya ditawar penerbit untuk diterbitkan. Pastinya menjadi keuntungan bagi kita dengan royalti yang akan diberikan oleh penerbit atas karya kita itu.

Sebenarnya, media sosial seperti Facebook, Twitter dan Instagram juga bisa dimanfaatkan untuk menambah bahan bacaan dan juga menampilkan karya tulisan kita pada media sosial tersebut. Akan tetapi, banyaknya berita hoaks dan penyalahgunaan yang lainnya bisa menjadi boomerang bagi siswa dalam penggunaan media sosial tersebut.

Peran orang tua, guru serta masyarakat sangat berpengarh besar terhadap budaya membaca bagi putra-putri penerus bangsa. Jangan sampai salah mendidik anak. Karena anak merupakan asset paling berharga bagi maju-mundurnya suatu bangsa, terutama bangsa Indonesia. “Bacalah! Bukan bakarlah!” ucap Pramoedya Anantatoer.

GEBRAK KEPEMIMPINAN BANGSA MELALUI ISLC OLEH ASTIKA MARA NUR FATIMA

GEBRAK KEPEMIMPINAN BANGSA MELALUI ISLC



Indonesia Student Leadership Camp (ISLC) kembali hadir di tahun 2014 ini. Program yang digagas oleh Universitas Indonesia melalui Institute Leadership Development (iLead) ini telah memasuki jilid ketiga dalam perjalanannya. ISLC menjadi wadah bagi 100 Ketua OSIS SMA/sederajat terpilih se-Indonesia untuk menjalani pelatihan dan bimbingan terkait kepemimpinan. Selama itu pula, program ISLC telah menghasiLkan generasi muda bangsa yang memiliki kemampuan lebih di bidang kepemimpinan.

Dengan mengusung tema “Pendidikan untuk Bangsaku”, ISLC III berkomitmen untuk memberikan inspirasi dan pelatihan pada peserta tentang urgensi pendidikan sebagai salah satu faktor penting untuk membangun bangsa. Dengan mengangkat hal yang berada di sekitar mereka, maka tindakan nyata dan kontributif akan dapat dilaksanakan sesuai dengan kapasitas mereka. Serangkaian acara yang mendukung tercapainya tujuan program telah disiapkan sedemikian rupa. Peserta akan dipertemukan langsung dan mendengar kisah-kisah inspiratif dari beberapa tokoh nasional yang akan dihadirkan dalam sesi talkshow, workshop, dan dialog inspiratif. Selain itu ,para peserta juga diberi kesempatan untuk mengunjungi lembaga-lembaga vital negara dalam kegiatan institutional visit.

ISLC tahun ini akan diselenggarakan di kampus Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat pada tanggal 8 – 14 November 2014. Diharapkan dengan adanya program ini, akan melahirkan pemimpin muda yang berkualitas, cerdas, berwawasan global, dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam sebuah gerakan bersama dan sinergis. Hal tersebut akan dikonkretkan melalui kepengurusan mereka di Forum OSIS Nusantara (FON) pasca ISLC III nanti.
http://islc.ui.ac.id/site
@ISLC_UI

Dukung Astika Mara Nur Fatima Siswa SMA 1 Blora untuk sukses mengikuti serangkaian kegiatan tersebut...

Materi SMA: Persamaan dan Pertidaksamaan Linear (Satu Variabel)

Assalamu'alaikum...

kepada siswa SMA 1 Blora kelas X MIA 1-6, untuk membantu kelancaran penyampaian materi di kelas pada pembelajaran Matematika Wajib.
Berikut saya berikan ringkasan materi Persamaan dan Pertidaksamaan Linear (satu variable).

download

silakan di download materinya...
Salam Matematika...

Tarawih

*Tarawih Ada salah satu teman saya yang bertanya-tanya kepada saya perihal Sholat Tarawih, maklum shalat sunnah yang satu ini termasuk istimewa karena hanya dilakukan pada malam hari di bulan Ramadhan. Teman saya rupanya sangat haus informasi mengenai perbedaan-perbedaan yang dilakukan oleh umat islam dalam melakukan praktek sholat tarawih. Dimulai dari jumlah raka'atnya, berapa raka'at satu kali salam, hingga keutamaan shalat tarawih itu dilakukan secara berjama'ah atau sendirian. Sepintas saya enggan untuk menanggapi pertanyaan teman saya tersebut, karena 1. saya tidak menguasai atau bukan ahli dalam ilmu Fikih, 2. teman saya itu pasti salah orang dalam bertanya, dan yang ke 3. berkemungkinan teman saya itu lebih memahami jawaban yang ia tanyakan dibandingkan saya. Berhubung teman saya itu terus meminta jawaban atas pertanyaannya tadi kepada saya, dan meyakinkan bahwa dia tidak sedang menguji jawaban saya. Akhirnya saya mau menjawab sesuai dengan yang saya ketahui perihal masalah itu tapi dengan satu syarat, Tidak boleh protes dengan jawaban saya. Perlu diketahui, shalat tarawih merupakan ibadah sunnah yang dikerjakan pada malam hari di bulan ramadhan atau bisa disebut dengan Qiyamul lail. Berhubung saya tidak hafal dengan hadis-hadis yang mendasari amalan ibadah sunnah tersebut, maka saya menjawabnya dengan bercerita dan berbicang ringan khususnya berkenaan dengan masalah perbedaan jumlah raka'at dan pertanyaan lainnya dari teman saya tersebut. Suatu ketika, ada seorang Kyai memberikan tugas kepada empat orang santrinya untuk memanen buah di kebun milik pak Kyai itu. Pak Kyai memberikan kebebasa santri untuk membawa keranjang berapapun, delapan keranjang boleh, dua puluh keranjang juga boleh bahkan tiga puluh enam keranjang juga boleh. Juga pak Kyai berjanji akan memberikan upah yang setimpa dengan hasil yang diperoleh para santri. Keempat santri tersebut lantas bergegas menuju kebun untnuk melaksanakan tugas pak Kyai yang sangat mereka hormati. setelah sampai di kebun, ternyata hanya dua santri saja yang melaksanakan tugas pak kyai untuk memanen buah. Santri A berinisiatif menggunakan delapan keranjang yang telah tersedia untuk mewadahi buah hasil petikannya. Santri B berinisiatif menggunakan lebih banyak keranjang yaitu duapuluh keranjang untuk mewadahi buah hasil petikannya itu. Sedangkan santri C, rupanya santri C ini belum lihai untuk memetik buah, takut ketinggian dalam memanjat pohon untuk memetik buah. Namun santri C ini mengamati kedua temannya yaitu santri A dan santri B bagaimana mereka melakukannya dari mulai memanjat pohon hingga ketangkasan mereka memetik buah yang jauh dari jangkauan. Tidak hanya sampai disitu, santri C juga turut membantu mengumpulkan buah yang jatuh ke tanah. Di lain sudut kebun, terlihat santri D yang terkenal pemalas hanya duduk-duduk sambil merokok. Mumpung tidak ketahuan pak Kyai menurutnya. Dia sama sekali tidak mempedulikan tugas yang diberika pak Kyai kepadanya. tidak hanya itu, malahan santri D ini menggerutu dalam perjalanan tadi "Kaya tidak ada kegiatan yang lain saja nih pak Kyai, saya di sini kan untuk belajar, bukan untuk membantu panen buah! Paling buahnya masam, saya bisa beli sendiri di pasar." Alhasil, santri D tersebut ketika sampai di kebun hanya duduk, merokok, dan bermain ponsel yang ia bawa secara sembunyi-sembunyi selama berada dipondok. Bukan santri D namanya jika tidak jahil, santri D juga memprovokatori semua santri untuk memboikot tugas pak Kyai dalam memanen buah. Namun, kalimat provokasi santri D tidak berpengaruh pada ketaatan santri A dan B, hanya santri C yang sedikit terprovokasi meski akhirnya santri C sedikit-sedikit membantu santri A dan B. Ah, ternyata tidak hanya sampai disitu saja. jika kita perhatikan apa yang dilakukan oleh santri A dan B, mereka sangat bervariasi dalam memasukkan buah tersebut ke dalam keranjang. Ada yang memasukkan buah tersebut dua buah sekali masuk dalam keranjang, juga ada yang memasukkan buah tersebut empat buah sekali masuk ke dalam keranjang. Mereka memiliki inovasi sendiri agar buah tersebut bisa tertata rapi dalam keranjang. Hey, lantas siapa yang akan diberi imbalan paling banyak oleh pak Kyai diantara santri A dan B yang telah melakukan tugas pak Kyai dengan baik? Jika dinilai secara kuantitas, tentu santri B yang akan memperoleh imbalan lebih banyak dibandingkan santri A. Hal ini jika dilihat dari segi kuantitas. Namun tidak begitu teman, ternyata pak Kyai menilai bukan dari segi kuantitas banyaknya buah yng berhasil dipanen. Pak Kyai juga menilai tugas tersebut berdasarkan kualitas buah yang dipanen. Apakah buah yang dipanen tersebut matang, mentah atau bahkan busuk. Nah teman, kamu bisa menilai sendiri bagaimana penilaian diantara kedua santri tersebut. Belum tentu santri B yang mendapatkan hasil panen buah banyak yang diberikan hadiah lebih banyak oleh pak Kyai. Begitu juga sebaliknya. hal ini jika dinilai dari sisi kuantitas dan kualitas. Namun bagaimana jika kualitas buah yang dipanen santri A sama bagusnya dengan kualitas buah yang dipanen oleh santri B? Allah lebih mengetahui sesiapa yang lebih baik diantara mereka teman. yang pasti yang lebih jelek diantara mereka yaitu santri yang tidak mau melaksanakan tugas pak Kyai, berpikiran negatif dengan perintah pak Kyai dan bahkan memprovokasi teman lainnya untuk tidak melaksanakan tugas pak Kyai. Berkenaan dengan dilakukan secara berjama'ah atau sendirian di rumah, hal itu sudah sangat jelas teman. Terakhir, saya katakan kepada teman saya, "Maaf, saya hanya bisa bercerita"

Obrolan Seputar Hilal bareng Keponakanku

*Obrolan Seputar Hilal bareng Keponakanku Beberapah hari lagi sudah memasuki bulan Ramadhan, bulan yang sangat dirindu-rindukan ummat islam, bulan yang keberkahannya tidak hanya bagi ummat islam namun juga bagi seluruh ummat manusia dan alam semesta. Berbagai macam produk makanan dan minuman telah menghiasi layar televisi, dan berbagai macam produk lainnya yang turut mewarnai ramadhan, kembang api dan petasan juga tak mau ketinggalan, itu yang sering menonjol dalam mengikuti hiruk pikuk bulan mulia ini. Eits... jangan salah, tidak hanya itu ternyata kawan. Coba perhatikan di masjid-masjid dan mushola, di tempat-tempat mulia itu juga tidak kalah seru dalam menyambut bulan seribu berkah ini. Jadwal-jadwal pesantren ramadhan telah tersusun rapi, jadwal pembagian ta’jil, jadwal imam sholat tarowih, jadwal pengisi mau’idhoh hasanah sebelum sholat tarowih dan sesudah sholat shubuh juga telah tersusun rapi. Begitu keren bukan? Tidak hanya itu, dikalangan akademisi juga tidak mau kalah dalam gegap gempita menyambut bulan ramadhan. Namanya juga kalangan akademisi, pastinya lebih teoritis dan praktis yang memiliki referensi khasanah bidang keilmuan terpercaya dalam penyambutannya. Ada berbagai macam cara yang dilakukan kalangan akademisi dalam turut serta penyambutan bulan ramadhan setiap tahunnya. Dari penentuan tanggal satu ramadhan, pembuatan jadwal imsakiyah dan ifthor, misi dakwah untuk berburu ladang pahala yang berlipat ganda dan masih banyak yang lainnya. Bicara masalah penentuan tanggal satu ramadhan, ini merupakan permasalahan yang cukup menarik untuk diamati, terutama di indonesia. Secara terbuka saja, di Indonesia ada dua organisasi islam terbesar di dunia yang memiliki pengaruh dalam menentukan penanggalan hijriyah tersebut. Muhammadiyah dan Nahdhatul Ulama. Jauh hari ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin telah mengumumkan bahwa tanggal satu ramadhan pada tahun ini bertepatan dengan tanggal sembilan Juli tahun 2013. Namun berbeda dengan Nahdhatul Ulama (NU). PBNU melalui ketua umumnya KH. Said Aqil Sirodj menunggu keputusan sidang istbat oleh pemerintah indonesia yang diwakili oleh kementrian agama terlebih dahulu. Dua ormas keagamaan ini sama-sama memiliki landasan yang kuat, dan memiliki hujjah yang berdasar pada hadis dan nash Alqur’an. Perbedaan penentuan penanggalan hijriyah khususnya pada penanggalan yang menyangkut hari besar ummat islam merupakan suatu hal yang sangat klasik. Umumnya perbedaan itu kental terjadi di Indonesia. Padahal perbedaan ini juga telah terjadi jauh pada masa Nabi Muhammad masih hidup. Mengapa di Indonesia terjadi demikian? Bukankah suatu perihal yang menyangkut hajat hidup orang banyak itu merupakan tanggung jawab pemerintah? Nah begitulah, masing-masing ormas keagamaan fanatis terhadap keyakinan furuiyah yang mereka yakini, dan tidak memedulikan pemerintah yang menjadi ulul amri dan yang diharapkan mampu menjembatani perbedaan tersebut. Disini saya ingin bercerita sedikit mengenai perbedaan penentuan tanggal satu ramadhan di tahun ini. Cerita ini berdasar percakapan saya dengan keponakan saya pagi tadi. Keponakan saya yang berumur sepuluh tahun dan menginjak sebelas tahun di bulan november nanti keingintahuannya akan perbedaan penetuan tanggal satu ramadhan sangat besar. Sampai-sampai saya harus memutar otak untuk merangkai jawaban yang mudah dicerna untuk anak seumuran keponakanku ini. Seperti biasa di pagi hari setelah semua pekerjaan rumah usai, saya dan keponakan saya duduk-duduk di beranda rumah untuk sekedar becanda dan bincang-bincang ringan. Setelah ngobrol dan becanda ke sana-ke sini, sampailah obrolan yang menuju pada aktivitas bulan ramadhan. Keponakanku ini terbiasa memanggilku dengan panggilan “Lek” “Lek, puasa besok pilih tanggal berapa? Tanggal sembilan atau sepuluh?” keponakanku dengan nada serius bertanya mengenai pendapat saya dalam menentukan pilihan awal puasa. “Wah kalau aku sih yang pasti puasa di tanggal satu ramadhan hahaha... kalau tanggal sembilan atau sepuluh berarti puasanya bolong delapan atau sembilan hari noh? Tidak sebulan penuh kalau begitu puasanya!” dengan santai dan nada becanda saya menanggapi pertanyaan keponakan saya. “Tenanan kog... kalau itu sih aku juga paham... yang aku maksud itu tanggal mulai awal puasanya bertepatan dengan tanggal sembilan Juli atau sepuluh Juli lek??” raut muka keponakanku semakin serius bertanya meski dia juga tak tahan untuk ikut tertawa. “Menunggu keputusan sidang istbat pemerintah dek, kalau pemerintah menetapkan awal puasa di tanggal sembilan Juli, ya manut... kalau di tanggal sepuluh Juli ya manut... tapi yang pasti tu puasanya di tanggal satu ramadhan kog dek, siapapun pasti sepakat!” Saya dan keponakan saya tertawa lepas meski keponakan saya masih berontak dan menyiapkan amunisi untuk menanyakan lebih lanjut mengenai keputusan tersebut. “Kog bisa berbeda itu kenapa to lek? Mbok yao sama kan lebih rukun..” “Ya begitulah dek, perbedaan itu kan indah... seperti pelangi, memiliki berbagai warna dalam satu formasi lengkung di atas langit. Begitu juga dengan Islam, perbedaan-perbedaan yang timbul itu seharusnya bisa menjadikan lebih bijak dalam menanggapinya!” “Lalu alasannya kenapa kog tanggal satu ramadhannya berbeda itu bagaimana lek?” Pertanyaan keponakan saya ini cukup susah kujawab, pasalnya saya juga tidak begitu memahami tentang ilmu falakiyah dan astronomi. Namun, berdasar dari beberapa sumber bacaan terpercaya yang pernah saya baca mudah-mudahan bisa mengobati rasa keingintahuannya itu. “Begini dek, Muhammadiyah dan NU memiliki dasar tersendiri yang dijadikan pedoman dalam menentukan penanggalan hijriyah. Kalau menurut Muhammadiyah, satu ramadhan itu terjadi ketika matahari, bumi, bulan itu sudah berada pada satu garis lurus yang disebut ijtima’ atau pertemuan satu garis lurus antara matahari, bumi dan bulan. Jika itu sudah terjadi, maka besoknya itu sudah bisa dikatakan sebagai tanggal satu ramadhan. Nah, pada hari senin tanggal delapan Juli besok ini, menurut perhitungan astronomi atau yang biasa disebut Hisab, kedudukan matahari, bumi dan bulan itu sudah pada satu garis lurus yang disebut ijtima’.” “Loh, bukannya kalau matahari, bumi, dan rembulan itu terletak pada satu garis lurus itu terjadi gerhana bulan ya lek?” Imajinasi keponakan saya dalam memvisualisasikan keterangan saya itu ternyata belum sampai, kemudian perlahan saya melanjutkan penjelasan mengenai ijtima’. “Memang sih, kalau posisi matahari, bumi dan bulan terletak pada satu garis lurus itu bisa terjadi gerhana bulan, tapi posisi tersebut hanya berlaku ketika bulan pada tanggal purnama dek. Tapi kalau ijtima’ yang dimaksudkan ini, bulan terletak pada posisi penanggalan bulan muda. Di pelajaran IPA kemarin ada kan? Posisi bulan muda, bulan sabit, bulan purnama dan bulan tua?” “Ooo.. begitu to?” Kali ini keponakanku tidak protes, karena mungkin ini pengetahuan baru bagi dia. “Lalu, untuk NU bagaimana lek?” “Kalau NU, itu menggunakan metode ru’yat dek. Melihat dengan mata telanjang atau sekarang sesuai dengan kemajuan jaman, bisa menggunakan bantuan teropong untuk melihat bulan muda yang disebut Hilal. Nah, jika hilal tersebut sudah bisa terlihat dengan ketinggian tertentu, maka baru bisa dipastikan untuk esok harinya itu merupakan tanggal satu ramadhan.” Berhubung keponakan saya ini juga suka mengikuti acara berita di televisi mengenai penentuan tanggal satu ramadhan, maka pertanyaannya masih lanjut. “Lha berarti, jika tadi pada tanggal delapan Juli, menurut Muhammadiyah sudah ada bulan baru, kenapa kog NU tidak sependapat lek?” Pertanyaannya semakin rumit nih. “Mari kita ilustrasikan begini dek, pada tanggal delapan kan baru terjadi ijtima’ matahari, bumi dan bulan. Entah terjadi pada jam berapa aku juga belum paham. Berarti posisi dan bentuk bulan masih sangat rendah dan tipis sekali kan dek? Akan sangat sulit untuk bisa dilihat dengan teropong secanggih apapun, itu menurut ahli astronomi sih... dan NU memperhitungkan dengan penuh seksama dan membuat kesepakatan bersama dengan pakar astronomi sepakat bahwa tinggi hilal yang bisa di ru’yat itu sekitar dua derajat. Bahkan dengan ketinggian dua derajat itu, hilal masih sangat kecil dan sulit untuk dilihat. Pemerintah bekerjasama dengan lajnah falakiyah NU, para pakar astronomi dan berbagai pakar lainnya melakukan kegiatan ru’yatul hilal atau melihat hilal dari berbagai titik daerah di Indonesia. Tujuannya itu agar mendapatkan hasil yang akurat dan dapat dipercaya dari berbagai tempat. Dan perlu diketahui dek, semua peserta yang mengikuti ru’yatul hilal itu telah bersertifikasi dan telah disumpah untuk melaporkan hasil yang diamatinya.” “Dek Gandhang mandi...” Tiba-tiba suara perintah untuk mandi dari ibu keponakan saya yang merupakan kakak saya memecahkan keseriusan kami dalam bercerita mengenai hilal. “Nggih buk... niki lho, nembe cerito-cerito riyen...” Keponakanku yang rupanya tengah asik mendengarkan penjelasan saya, enggan untuk menanggapi perintah ibunya itu. “Sekarang!!! Lek Wawan juga...” Untuk perintah yang satu ini tidak dapat ditawar lagi, saya dan keponakan saya lari tunggang langgang untuk segera mengambil handuk dan berebut kamar mandi. “Nanti setelah mandi dilanjutkan lagi ya lek!” Pinta keponakan saya sambil mencopoti bajunya diruang tengah dan segera meluncur ke kamar mandi. Lima belas menit berlalu, saya dan keponakan saya telah rapi, wangi dan tambah ganteng usai mandi. Kemudian dengan tidak sabar, keponakan saya menuju ke kamar saya untuk menagih janji meneruskan cerita saya mengenai hilal. “Ayo lek lanjutkan ceritanya!” “Ada syaratnya haha...” bukan saya namanya kalau tidak mencandainya terlebih dulu, memanfaatkan keseriusan keponakan saya dalam melanjutkan penjelasan tadi. “Emangnya apa sayaratnya lek?” seolah menantang dan sanggup untuk melakukan persyaratan demi sepotong cerita yang masih dipenasaraninya. “Pijitin aku dulu hehe...” “Wegah!!!!!” “Kalau tidak mau ya udah” “Haiyaaahhh senengane.... ya ya.. nie tak pijitin...” Meski dengan muka penuh protes, tapi kali ini saya yang menang! “Ceritanya emang tadi sampai mana dek?” tanyaku berpura-pura lupa untuk mengulur waktu. Aslinya sih tinggal sedikit lagi penjelasannya. “Sampai pada pemerintah menentukan hilal itu lho lek...” Sambil mengencangkan pijitannya di pundak saya dan meninju kecil, keponakan saya seakan protes mengetahui kepura-puraan saya itu. “Oh iya ding hehe...” “Cepet to!!!” “Nah tadi kan pemerintah bekerjasama untuk melakukan ru’yatul hilal to dek? Setelah itu, pemerintah yang diwakili oleh menteri agama, siapa hayo nama menteri agama kita?” Dengan nada bengis keponakan saya menjawab pertanyaan yang sangat tidak ingin dia jawab itu. “Surya Dharma Ali. Cepet lanjutkan to!” “Hahaha.. ya ya... besok tu dek, pada tanggal delapan Juli kemungkinan besar hari diadakannya pemantauan hilal atau ru’yatul hilal di seluruh tempat setrategis di Indonesia. Setelah itu, pemerintah mengadakan sidang istbat yang diketuai oleh menteri agama dan dihadiri oleh seluruh ormas islam, ada NU, FPI, PERSIS dan perwakilan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Brunai, negara-negara timur tengah dan masih banyak lainnya. Mungkin seperti tahun-tahun yang lalu, Muhammadiyah tidak berkenan hadir dalam sidang istbat itu.” “Lha kenapa Muhammadiyah tidak mau hadir dalam sidang itu lek?” “Kan Muhammadiyah sudah menetapkan tanggal satu ramadhan bertepatan dengan tanggal sembilan Juli dek, jadi keputusan sidang istbat tidak mempengaruhi ketetapan mereka.” “Ooo... lha terus, kamu pilih puasa di tanggal berapa lek? Ah pasti mengikuti pendapat NU to lek??” “Lha gimana enaknya? Pilih tanggal sembilan juli atau sepuluh juli? Kamu pilih tanggal sembilan juli aja dek, nanti tak pamerin makanan-makanan enak hahaha... aku pilih menunggu keputusan sidang istbat dulu saja kog dek.” “Walah urik.... mendingan kamu puasa tanggal sembilan juli aja lek, nanti kupameri makanan yang enak-enak hahaha...” Obrolan cerita penjelasan tentang penetapan tanggal satu ramadhan dengan keponakan saya diakhiri dengan melanjutkan menonton film-film kartun yang ditayangkan televisi untuk mengisi waktu liburan sekolah. Sungguh sangat disayangkan apabila perbedaan ini tidak bisa disikapi dengan bijak. Dan merupakan tugas pemerintah untuk menjembatani perbedaan tersebut. Tidak ada yang salah dalam mempertahankan pendapat masing-masing, yang tidak diperbolehkan adalah menyalahkan pendapat orang lain. Indahnya perbedaan di Indonesia, yang pemerintahpun menjamin hal itu dalam sebuah undang-undang dasar. Tidak seperti negara lain, yang menekankan satu keputusan dari pemerintah untuk diberlakukan kepada seluruh warga negaranya. Namun dibalik itu semua terdapat kelebihan dan kekurangannya masing-masing. KomentarBagikan

Memancing

Memancing merupakan salah satu hobi yang digemari oleh kaum adam. Telah diketahui bahwa dalam melakukan hobi yang satu ini membutuhkan tingkat kesabaran yang cukup tinggi. Mungkin juga jika diperlukan untuk melatih kesabaran, bisa dipraktekkan kegiatan yang satu ini. Memancing ternyata tidak sekedar untuk mencari ikan untuk dijual, namun sekarang banyak kalangan yang menjadikan hobi yang satu ini menjadi salah satu cabang olahraga yang bonafit. Tidak hanya dilakukan di rawa-rawa, sungai, waduk, namun juga dilakukan ditengah lautan untuk mendapatkan sensasi memancing yang lebih ekstrim. Dalam memancing diperlukan peralatan khusus, antara lain satu paket Joran, pengail, senur, dan umpan. untuk bisa mendapatkan target ikan yang diharapkan, tentunya dipengaruhi juga oleh peralatan memancing tersebut. Jika hanya sekedar peralatan pancing biasa, seperti Joran bambu, senur dan mata kail umum beserta umpan cacing atau katak kecil, itu paling ditujukan untuk mendapatkan target tidak melebihi dari ikan gabus atau ikan lele. memang dua jenis ikan tersebut enak untuk dikonsumsi sih, namun tidak dalam mendapatkan sensasi memancing yang ekstrim seperti memancing di lautan. Yap, berbicara memancing dilautan, pada intinya diperlukan peralatan memancing yang khusus, untuk mendapatkan target ikan yang besar otomatis diperlukan peralatan yang sesuai. Joran baja yang kuat, Senur yang kuat, dan umpan yang khusus pula. Seperti dalam suatu acara di salah satu stasiun televisi yang menayangkan acara memancing, ternyata terdapat teknik-teknik terttentu dalam mengayunkan joran untuk melemparkan umpan ke tengah lautan. Menarik ulur kail untuk memainkan umpan. Dan Strike!! begitu teriakan pemancing ketika umpannya disahut oleh ikan. Tidak berhenti sampai disitu, seorang pemancing perlu melakukan beberapa teknik untuk menarik dan mengulur kail, beradu kekuatan dengan ikan yang sudah terkena mata pancing agar ikan tersebut bisa tertangkap. Pada fase inilah seorang pemancing perlu mengeluarkan teknik dan kekuatan agar ikan tidak lepas. Karena bisa saja jika tidak memiliki teknik dan pola dalam menarik ulur kail, maka ikan pun bisa terlepas. Kepuasan seorang pemancing terletak pada sensasi bertarung dengan ikan dan mampu menggenggam ikan buruannya tersebut. Meski tak jarang pula mereka melepaskan kembali ikan tersebut. *Mungkin penjelasan saya mengenai memancing terlalu panjang. Padahal yang ingin saya sampaikan adalah filosofi dari memancing itu sendiri (terbawa suasana bercerita). Semoga pesan saya dapat tersampaikan dari penjelasan memancing di atas.

Pengumuman Hasil PKM DIKTI tahun 2012 yang diajukan tahun 2011

Pengumuman Hasil PKM DIKTI yang didanai untuk tahun 2012 yang diajukan tahun 2011
silahkan di cek di mari gan
semoga agan agan pada lolos...
ane kurang beruntung di kesempatan tahun ini gan hehe...
klik aja gan...

Animasi Mobil Berjalan Menggunakan Macromedia Flash 8



Animasi Mobil Berjalan Menggunakan Macromedia Flash 8

Pada dasarnya animasi frame by frame ini mudah untuk membuatnya, hanya perlu membuat objek yang berbeda-beda pada setiap framenya. Tapi semakin banyak frame yang kita gunakan maka .swf yang kita buat akan berjalan lambat. Berikut hanya sekedar contoh saja, anda dapat membuat yang lebih bagus dari ini.



1. buka aplikasi macromedia flash pada komputer anda, lalu pilih "flash document" pada sub menu creat new

2. pada kolom layer, buatlah sejumlah layer (saya menambahkan 6 layer) dengan mengubah nama layer matahari, ban1, ban2, mobil, kota, jalan, setelah itu klik icon "gembok" pada layer agar pada saat mulai melakukan step per layer tidak troubel




3. buka icon "gembok" pada layer "jalan" kita akan membuat jalan terlebih dahulu dengan menggunakan "rectangle tool"



4.dengan cara yang sama pada langkah ke 3, buka ikon gembok pada layer "kota" kemudian untuk ini saya membuat sebuah pohon dan kursi hanya sebagai pemandangan saja
cara ini sangat sederhana, cukup dengan menggunakan "line tool" untuk menggambar pohon, "oval tool" untuk menggambar daunnya, dan "rectangle tool" untuk menggambar kursi di sebelahnya (terserah selera anda)




5. langkah selanjutnya yaitu membuat ban, karena terdapat 2 ban, jadi kita buat ban yang pertama dulu pada layer "ban1" menggunakan circle atau "oval tool"
pastikan ban yang kita buat betul2 center



kreasikan ban anda dengan menambahkan garis dan warna agar lebih menarik
dengan menggunakan "line too" untuk membagi ban menjadi 6 bagian kemudian klik "subselection tool" berupa icon berbentuk seperti panah "cursor" kemudian klik ban tersebut, klik kanan pilih select all, kemudian klik kanan lagi dan pilih "convert to simbol" pilih "movie clip" dan pada kotak kecil klik yg di tengahnya, nama "symbol 1" kita ubah menjadi "ban1" lalu OK




6. warnai ban tersebut menjadi berbagai macam warna (tergantung selera) dengan cara klik kanan pada gambar ban tadi lalu pilih "break Apart" lalu pilih "paintbucket tool" untuk mewarnai ban tersebut.






7. untuk menggambar ban yg ke 2 kita tinggal mengcopy ban yang telah kita buat tadi lalu jangan lupa, kita klik terlebih dahulu pada layer "ban2" kemudian di paste
atur jarak ban sedemikian sehingga sesuai dengan jarak ban pada animasi mobil




8. langkah selanjutnya yaitu membuat animasi ban tersebut berputar
pertama kita klik "ban1" kemudian klik F8 dan ubah nama "symbol1" menjadi "ban" kemudian klik kanan pada "frame ke 40" klik "insert keyframe"




9. klik kanan pada "frame 1" kemudian klik "create motion tween"






10. pada label "properties" yang terletak di bagian bawah layar, ubah pada kolom "Rotate" yg semula berupa "auto" menjadi "CW" dan kolom sebelahnya gi isi 3 times


kemudian klik "control" dan pilih "play" maka ban tersebut akan berputar


11. lakukan langkah yang sama pada ban yang ke dua, dan perlu diingat lagi, pastikan layer "ban2" hidup atau kursor terletak pada layer "ban2"



12. buatlah gambar mobil dengan menggunakan "line tool" atau "rectangle tool" langkah ini bisa anda kreasikan sesuai selera masing2, karena cukup menggabung-gabungkan garis hingga menyerupai bentuk mobil yang diinginkan
kemudian klik kanan pada gambar mobil tersebut dan klik select all, klik kanan klik "convert to symbol" pilih "movie clip" dan ganti nama "symbol 1" menjadi "mobil" kemudian klik ok





13. langkah selanjutnya yaitu membuat agar mobil beserta ban tersebut terlihat berjalan ke arah kanan
pertama: klik pada layer "mobil" kemudian pada "frame 40" klik "insert keyframe" seperti langkah pada ban
kedua: klik layer "mobil" kemudian pindahkan posisi mobil ke kanan hingga keluar layar gambar. kemudian klik pada frame 1 dan klik kanan kemudain "create motion tween"
ketiga: lakukan hal yang sama pada ban1 dan ban 2, seperti pada langkah mobil ini, kemudian klik control dan play



cara penyimpanan file dalam bentuk flash animasi, klik file, export, export movie
cara penyimpanan file dalam bentuk flash yg bisa diedit lagi, file, save as
mobil anda sudah bisa berjalan
selamat mencoba ^_^
semakin banyak anda mencoba, semakin banyak yang bisa anda kreasikan
salam...

untuk mendownload file klik di sini
dan bentuk jadi download saja di sini

a

Gadis Kecil

Gadis Kecil



Terduduk dengan riang bernyanyi

di bawah lampu taman

di kursi model belanda

samping tanaman bougenvil yang sedang mnguncup itu



kuamati sedari tadi

dari simpang trotoar

bayangku sembunyi



Lalu tiba-tiba tatap matanya sendu

kudengar dari sebrang isak tangis

dan tangan kanannya yang tak henti mengusap bulir

air suci yang landai mengalir



Serentak kuhampiri gadis kecil

dan diapun segera diam dari desah tangis

sembari menghapus sisa air mata

seolah tak pernah terjadi apa-apa



Kucoba bertanya dalam hati menyapa

"Gadis kecil, apa yang sedang kau nyanyikan?

Terlihat dengan riang kau tadi bernyanyi

lantas tiba-tiba berubah tangis mewarnai

Bolehkah tanyaku masuk

dan berenang dalam luas samudera hatimu

dan juga renungku terbang dalam angkasa imajinasimu?

Agar aku bisa ikut berbagi bersamamu

Tenang,

aku masih punya cukup oksigen paham

dalam tabung hatiku

tuk menyelamu dalamnya palung hatimu

dan sayap logikaku masih cukup kuat

tuk terbang tinggi menembus tujuh langit hayalmu."

Sajak yang Hampir dilupa

Pada selembar tikar pandan dipan depan rumah itu
kita pernah menikmati malam
di bawah langit biru yang semakin kelabu
persis seperti malam ini
rembulan menyabit yang enggan padam

aku paham bulan bintang cemburu dengan kemesraan kita sayang
waktu itu aku kau hanya tersenyum penuh kebanggaan
mampu membuat iri penghias malam

angin kemarau yang berhembus lembut
membawa pesan keharuman surga
dalam bingkai belaimu yang lembut
tak kubiarkan kedip menghalangi mata
memandang gemerlap matamu memantulkan cahaya cinta

memang, kita hanya diam
tak ada sepatah kata terucap
mulut seolah terkunci rapat
namun hati kitalah yang asik bercakap

mungkin kau sudah lupa saat itu sayang
namun kuharap kau sudah lupa
karena sajak ini sengaja kueja
untuk mengenang malam kemesraan kita.

Sayang

Sayang,
cintaku padamu baru sebatas menyebut memuji namamu sayang.

Hingga bibir ini kering pecah pecah
tenggorokan garing sulit menelan air ludah
dan pangkal hidung perih bernafaspun susah

sayang
namamu juga selalu kulantunkan sebagai pengantar tidurku
tahukah kau sayang
tidurku tak akan bisa jenak
jika belum menyenandungkan kidung kemuliaanmu
dan berharap indah wajahmu sudi mampir
dalam mimpiku yang teramat getir

sayang
aku mencoba mencermati langkah tingkahmu sayang
agar aku paham bagaimana cara meyakinkanmu
bahwa aku kekasihmu

sayang
memang kita belum pernah berjumpa
namun aku tak ragu tuk menyatakan bahwa kaulah kekasihku sayang

sayang diriku hanyalah yang terbuang
diantara jutaan pencintamu yang mabuk kepayang
semoga kaupun mengakui akulah kekasihmu sayang

AKU INGIN LEBIH MENGENALMU

Aku ingin mengenalmu jauh lebih dalam,

melebihi kedalaman dirimu mengenali dirimu sendiri, sayang.



Entah apa sebab

dirimu begitu memikat

hingga hasratku menggugat

ingin lebih mengenalmu lebih dekat

dari nadi tubuhku yang melekat



Mulai dari tingkah lakumu

hingga tutur katamu

begitu anggun bak perawan ranum

kutempatkan dalam sisi otakku terluas

agar aku lebih bisa mengingat mengenalmu



caramu berpakaian

hingga jemari lentikmu menggelayut membersihkan badan

kucatat dan kutirukan

agar aku lebih serupa mengenalmu



bahkan salah satu bajumu yang kau tambal

aku tahu letaknya

dan berapa jumlah jahitannya

karena aku ingin lebih mengenalmu



secawan anggur yang kuteguk

ternyata tak mampu membuatku mabuk

dibanding aku mendengar namamu disebut

jiwa ini tak sadarkan diri

menari-nari



sayang aku ingin mengenalmu jauh lebih dalam,

melebihi kedalaman dirimu mengenali dirimu sendiri.



Namun apa jawabmu?

Kau bahkan tak mampu mengenali dirimu sendiri

bagaimana bisa kau mengenali diriku?

TEACHER ORIENTATIONS TOWARD ICT IN EDUCATION

NAMA: AHMAD IDRIS SETYAWAN
NIM : A410090185
JUDUL JURNAL : TEACHER ORIENTATIONS TOWARD ICT IN EDUCATION
OLEH :Dr Leong Yong Pak (Universiti Brunei Darussalam leongyp@ubd.edu.bn)

Pemrakarsaaan E-Government yang berkesinambungan di Negara Brunei Darussalam adalah sesuatu hal yang mahal dan hal itu juga meliputi pengenalan tentang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) ke dalam dunia pendidikan. Banyak guru "veteran" tidak berorientasi pada TIK dan lebih independen berorientasi pedagogis yang melengkapi pendekatan mengajar. Mereka bahkan tidak yakin tentang manfaat TIK dalam pembelajaran siswa dalam suatu kurikulum yang berorientasi pengujian. Seperti tekanan respon masyarakat, guru dituntut untuk menggunakan TIK dalam menyampaikan materi pembelajaran, praktek, dan tugas melalui media komputer.
Permasalahan yang menghambat penggunaan TIK dalam dunia pendidikan di Brunai antara lain: 1) Minimnya perangkat lunak yang di miliki lembaga pendidikan di brunai, 2) Laboraturium computer TIK yang terbatas, dan 3) Ruang kelas yang tidak dilengkapi dengan komputer, LCD proyektor atau akses Internet. Faktor-faktor tersebut mengakibatkan guru lambat dalam menguasai TIK dan lebih berorientasi dengan menggunakan metode pembelajaran yang lama.

Untuk membantu pelaksanaan inovasi teknologi di sekolah-sekolah, peneliti meminta guru untuk mengubah pandangan mereka mengenai preferensi tentang penggunaan ICT dalam pengajaran mereka. Para guru menyatakan keinginan yang kuat perihal kepentingan dalam memiliki akses ke sumber daya yang diproduksi oleh Universiti Brunei Darussalam [UBD] sebagai bagian dari Program TIK nya. Banyak guru telah mengindikasikan bahwa mereka bersedia untuk bekerja dengan siswa UBD difase perencanaan desain instruksional ICT. Secara umum, mereka lebih suka sumber daya yang yang mudah digunakan untuk teknologi yang lebih canggih: PowerPoint ke Flash, lembar kerja dan cerita pencarian web, dan sumber daya yang disesuaikan dengan kurikulum Brunei untuk sumber daya generik. Guru-guru sangat mendukung sistem pengindeksan yang cocok dengan sumber daya untuk topic kurikulum di Brunei dan ingin dapat memiliki akses mudah ke sumber daya lokal yang dihasilkan melalui website atau CD-ROM.

Guru di manapun mencoba untuk mengintegrasikan TIK ke dalam kurikulum sekolah. Namun, dikarenakan tingkat perubahan teknologi yang sangat cepat dan mahal mengakibatkan sulitnya mendapatkan dan mengganti perangkat keras dan perangkat lunak yang menunjang TIK. Problem yang dihadapi pihak sekolah antara lain anggaran terbatas, kesulitan jaringan sekolah dalam mengakses internet mengakibatkan sekolah akan selalu tertinggal di belakang. Sekolah dan guru harus berurusan dengan realitas yang ada. Solusinya terletak pada interaktivitas dengan akses lokal dan global untuk semua pengetahuan yang tersedia di dunia. Hal ini dapat mengembangkan rasa ingin tahu siswa dalam rangka untuk mengembangkan kepercayaan dan kreativitas dalam kemampuan untuk mengeksplorasi, berkomunikasi, menciptakan dan mengembangkan pengetahuan. Guru dan siswa didorong untuk menjelajahi internet dan kembali ke kelas untuk berbicara tentang apa yang mereka telah temukan yang menarik atau membingungkan, dan berbagi informasi dan pengetahuan dalam cara-cara kreatif.


Pendidik harus bereksperimen agar bagaimana semua ini dapat cocok dengan buku teks dan silabus sekolah dan pemeriksaan umum. Jonassen (1997) dan Nicaise (1997) mengusulkan ide komputer untuk mendukung kegiatan pembelajaran: eksplorasi, manipulasi dan artikulasi tentang apa yang telah mereka pelajari (spekulasi, conjecturing, pengujian hipotesis, dan refleksi pada apa yang mereka lakukan). Guru bisa mendukung kegiatan pembelajaran konstruktivis dengan pemodelan, pelatihan dan perancah.

Membuat informasi dan pengetahuan yang tersedia tidak hanya mengubah tempat kerja, namun juga mengubah pendidikan. Hal ini memberi setiap orang kesempatan untuk keterlibatan yang lebih besar dan komunikasi-siswa kepada siswa di dalam kelas atau di sekolah, siswa dengan guru, dan juga guru untuk kolaborasi dengan guru. Mereka dapat membangun pada pekerjaan masing-masing. Dengan TIK, guru dan siswa memiliki kesempatan untuk melakukan itu. Pendidikan TIK di Universiti Brunei Darussalam bertujuan untuk menyediakan sumber daya TIK untuk semua sekolah di negara ini. Guru dan siswa luar negeri juga akan dapat mengakses sumber daya bebas. Diharapkan bahwa semua sekolah tingkat utama dan guru sekolah menengah, siswa dan orang tua mereka akan mampu memanfaatkan penggunaan TIK dengan cara mereka sendiri untuk meningkatkan kualitas pendidikan, dan yang lebih penting untuk mempersiapkan siswa untuk hidup dan bekerja di dunia TIK.

PENELITIAN TIK DALAM PENDIDIKAN

Penelitian tentang pendidikan guru dengan Germann dan Sasse (1997) mengungkapkan sikap guru sains dalam program pengembangan teknologi pendidikan dinilai sangat memprihatinkan. Hasil penelitian dari 40 guru SD dan SMP yang terlibat dalam program 2 tahun untuk mengintegrasikan penggunaan computer dengan pengajaran ilmu pengetahuan menunjukkan penurunan dalam tahun pertama. Namun, dalam tahun kedua, para guru kembali menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan.

Cleland (1999) meneliti efek pada ilmu pengetahuan dan instruksi matematika dari
pengembangan profesional dalam multimedia berbasis teknologi untuk 26 penataran dan 14 preservice guru. Peserta belajar menggunakan multimedia berbasis teknologi dalam dua minggu. Data dari berbagai tindakan, termasuk computer kompetensi survei, Pemanfaatan Micro computer dalam Instrumen Pengajaran Efikasi Keyakinan, penggunaan komputer log, jurnal peserta, observasi kelas, dan wawancara dengan menggunakan tingkat penggunaan teknik menunjukkan bahwa guru menunjukkan peningkatan tingkat kompetensi dan kepercayaan diri dalam menggunakan teknologi untuk ilmu pengetahuan dan instruksi matematika.
Para penulis berfokus pada tiga komponen penting untuk keberhasilan profesional
pengembangan model: keterkaitan pedagogi untuk teknologi; perencanaan guru kolaboratif unit instruksional, dan dukungan selama pelaksanaan untuk mempromosikan perubahan sistemik. Dalam rangka mendukung dan memastikan keberhasilan upaya ICT di sekolah-sekolah terpadu dan terencana perlu perubahan dalam kurikulum pendidikan guru, baik untuk pra-dan in-service yang diperlukan. Pedagogi juga telah berkembang dari pendekatan struktural dengan pendekatan kognitif sosial-kognitif pendekatan dalam mengajar dan belajar.
Dalam perspektif saat ini, berarti belajar untuk menjadi bagian dari komunitas yang berbicara, membaca, dan menulis tentang pengetahuan. Ini melibatkan interaksi otentik dan komunikasi, seperti mengambil tempat online. Saran bahwa komputer dan sumber daya TIK harus menjadi bagian dari lingkungan belajar, bukan sebagai instrument opsional. Hal ini konsisten dengan pandangan melek huruf dan pengembangan pengetahuan. Sama seperti siswa belajar untuk membaca dan menulis dalam lingkungan cetak, mereka juga harus belajar untuk membaca dan menulis dalam lingkungan elektronik untuk sukses di abad ke-21.

INISIATIF TERBARU DALAM MENDUKUNG TINGKAT BELAJAR BRUNEI


Inovasi adalah lebih dari perubahan. Ini adalah suatu perubahan yang dapat berdiri sendiri, yang membawa nilai tambah kepada masyarakat-penemuan yang mengarah ke nilai tambah dari waktu ke waktu. Peningkatan akses ke sumber daya untuk guru di Brunei sekolah yang inovatif. Proyek ini mengusulkan untuk membuat dua perubahan pada sistem pendidikan di Brunei Darussalam. Salah satunya adalah untuk memulai keterlibatan yang lebih besar dari guru berlatih dalam proses sumber daya menciptakan bahwa secara rutin berlangsung di UBD. Kedua adalah untuk menyediakan akses kepada siswa dan guru di Brunei sistem pendidikan publik dengan produk yang dikembangkan oleh teknologi pendidikan UBD dan TIK siswa.

Dengan database yang beroperasi, studi longitudinal dapat dikembangkan, memeriksa dan mengevaluasi pengaruh teknologi pada pengajaran memungkinkan untuk penyempurnaan belajar mengajar perilaku melalui penggunaan teknologi yang tepat. Database menjadi komponen penting dalam antarmuka penelitian teknologi di sekolah-sekolah yang merupakan alasan untuk penciptaan tempat pertama. Dalam jangka pendek manfaat dari database ini adalah pengetahuan lebih baik tentang siapa yang kita layani adalah seorang guru, mata pelajaran yang mereka ajarkan dan kesediaan mereka untuk berpartisipasi dalam memproduksi sumber daya mereka dan merasa bisa menggunakan kurikulum sekolah . Informasi statistik berguna dalam dirinya sendiri namun nilai dalam hal ini sangat terhalang oleh potensi kontribusi untuk membawa UBD dan sekolah bersama-sama dalam menerapkan teknologi tepat guna.
Proyek ini diharapkan bisa mencapai dua hal:
1. Penerapan prinsip-prinsip desain instruksional dalam pengaturan lebih realistis dari pada yang telah tersedia sebelumnya, dan
2. penciptaan data base sumber daya yang menunjukkan jaringan guru berbagi kebutuhan sumber daya yang sama.
Proyek ini meletakkan dasar untuk berbagi sumber daya yang dirancang UBD dengan semua orang di system dengan membina sebuah Ekuitas Model untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar di Brunei Darussalam.

Teknologi multimedia menawarkan kesempatan untuk kreatif ekspresi dan eksplorasi dalam kegiatan instruksional yang mengintegrasikan matematika, ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan multimedia saat ini, akses nonlinier, otonomi dan self-peraturan yangdimasukkan ke dalam desain perangkat lunak.sebagian besar guru sekarang melaporkan bahwa kelas komputerbahkan lebih populer daripada kelas pendidikan jasmani. Belajar dan pengajaran harus menyenangkan dan lebih mandiri sekarang dengan teknologi baru.






TANGGAPAN:

Penerapan TIK dalam dunia pendidikan di Brunai Darussalam masih terkendala dari berbagai factor antara lain factor pengajar atau guru yang lebih cenderung untuk menggunakan pengajaran dengan model yang lama, Minimnya perangkat lunak yang di miliki lembaga pendidikan di brunai, Laboraturium computer TIK yang terbatas, dan Ruang kelas yang tidak dilengkapi dengan komputer, LCD proyektor atau akses Internet. Faktor-faktor tersebut mengakibatkan guru lambat dalam menguasai TIK dan lebih berorientasi dengan menggunakan metode pembelajaran yang lama.


Berdasarkan permasalahan itu, berbagai penelitian dilakukan untuk menerapkan TIK secara menyeluruh terutama dalam dunia pendidikan yang salah satunya bekerja sama dengan peneliti dari Universitas Brunai Darussalam. Dalam rangka mendukung dan memastikan keberhasilan upaya ICT di sekolah-sekolah terpadu dan terencana perlu perubahan dalam kurikulum pendidikan guru, baik untuk pra-dan in-service yang diperlukan. komputer dan sumber daya TIK harus menjadi bagian dari lingkungan belajar, bukan sebagai instrument opsional. Hal ini konsisten dengan pandangan melek huruf dan pengembangan pengetahuan. Sama seperti siswa belajar untuk membaca dan menulis dalam lingkungan cetak, mereka juga harus belajar untuk membaca dan menulis dalam lingkungan elektronik untuk sukses di abad ke-21.
TIK sangat bermanfaat dalam dunia pendidikan, dintaranya baik pengajar maupun siswa bisa menggali informasi melalui akses internet. Tidak hanya itu, mereka juga bisa menyebar luaskan materi ke dunia maya sehingga materi mereka bisa dibaca oleh seluruh pengguna layanan internet.
Peran multimedia sangat membantu guru dalam menyampaikan materi ajar kepada siswa, sehingga topic pelajaran menjadi lebih menyenangkan dan tidak hanya terpaku dengan metode pengajaran lama.
MARI BERSAMA GURATKAN KATA UNTUK MENGUBAH DUNIA
free counters

Total Tayangan