Gadis Kecil
Terduduk dengan riang bernyanyi
di bawah lampu taman
di kursi model belanda
samping tanaman bougenvil yang sedang mnguncup itu
kuamati sedari tadi
dari simpang trotoar
bayangku sembunyi
Lalu tiba-tiba tatap matanya sendu
kudengar dari sebrang isak tangis
dan tangan kanannya yang tak henti mengusap bulir
air suci yang landai mengalir
Serentak kuhampiri gadis kecil
dan diapun segera diam dari desah tangis
sembari menghapus sisa air mata
seolah tak pernah terjadi apa-apa
Kucoba bertanya dalam hati menyapa
"Gadis kecil, apa yang sedang kau nyanyikan?
Terlihat dengan riang kau tadi bernyanyi
lantas tiba-tiba berubah tangis mewarnai
Bolehkah tanyaku masuk
dan berenang dalam luas samudera hatimu
dan juga renungku terbang dalam angkasa imajinasimu?
Agar aku bisa ikut berbagi bersamamu
Tenang,
aku masih punya cukup oksigen paham
dalam tabung hatiku
tuk menyelamu dalamnya palung hatimu
dan sayap logikaku masih cukup kuat
tuk terbang tinggi menembus tujuh langit hayalmu."
Sajak yang Hampir dilupa
Pada selembar tikar pandan dipan depan rumah itu
kita pernah menikmati malam
di bawah langit biru yang semakin kelabu
persis seperti malam ini
rembulan menyabit yang enggan padam
aku paham bulan bintang cemburu dengan kemesraan kita sayang
waktu itu aku kau hanya tersenyum penuh kebanggaan
mampu membuat iri penghias malam
angin kemarau yang berhembus lembut
membawa pesan keharuman surga
dalam bingkai belaimu yang lembut
tak kubiarkan kedip menghalangi mata
memandang gemerlap matamu memantulkan cahaya cinta
memang, kita hanya diam
tak ada sepatah kata terucap
mulut seolah terkunci rapat
namun hati kitalah yang asik bercakap
mungkin kau sudah lupa saat itu sayang
namun kuharap kau sudah lupa
karena sajak ini sengaja kueja
untuk mengenang malam kemesraan kita.
kita pernah menikmati malam
di bawah langit biru yang semakin kelabu
persis seperti malam ini
rembulan menyabit yang enggan padam
aku paham bulan bintang cemburu dengan kemesraan kita sayang
waktu itu aku kau hanya tersenyum penuh kebanggaan
mampu membuat iri penghias malam
angin kemarau yang berhembus lembut
membawa pesan keharuman surga
dalam bingkai belaimu yang lembut
tak kubiarkan kedip menghalangi mata
memandang gemerlap matamu memantulkan cahaya cinta
memang, kita hanya diam
tak ada sepatah kata terucap
mulut seolah terkunci rapat
namun hati kitalah yang asik bercakap
mungkin kau sudah lupa saat itu sayang
namun kuharap kau sudah lupa
karena sajak ini sengaja kueja
untuk mengenang malam kemesraan kita.
Sayang
Sayang,
cintaku padamu baru sebatas menyebut memuji namamu sayang.
Hingga bibir ini kering pecah pecah
tenggorokan garing sulit menelan air ludah
dan pangkal hidung perih bernafaspun susah
sayang
namamu juga selalu kulantunkan sebagai pengantar tidurku
tahukah kau sayang
tidurku tak akan bisa jenak
jika belum menyenandungkan kidung kemuliaanmu
dan berharap indah wajahmu sudi mampir
dalam mimpiku yang teramat getir
sayang
aku mencoba mencermati langkah tingkahmu sayang
agar aku paham bagaimana cara meyakinkanmu
bahwa aku kekasihmu
sayang
memang kita belum pernah berjumpa
namun aku tak ragu tuk menyatakan bahwa kaulah kekasihku sayang
sayang diriku hanyalah yang terbuang
diantara jutaan pencintamu yang mabuk kepayang
semoga kaupun mengakui akulah kekasihmu sayang
cintaku padamu baru sebatas menyebut memuji namamu sayang.
Hingga bibir ini kering pecah pecah
tenggorokan garing sulit menelan air ludah
dan pangkal hidung perih bernafaspun susah
sayang
namamu juga selalu kulantunkan sebagai pengantar tidurku
tahukah kau sayang
tidurku tak akan bisa jenak
jika belum menyenandungkan kidung kemuliaanmu
dan berharap indah wajahmu sudi mampir
dalam mimpiku yang teramat getir
sayang
aku mencoba mencermati langkah tingkahmu sayang
agar aku paham bagaimana cara meyakinkanmu
bahwa aku kekasihmu
sayang
memang kita belum pernah berjumpa
namun aku tak ragu tuk menyatakan bahwa kaulah kekasihku sayang
sayang diriku hanyalah yang terbuang
diantara jutaan pencintamu yang mabuk kepayang
semoga kaupun mengakui akulah kekasihmu sayang
AKU INGIN LEBIH MENGENALMU
Aku ingin mengenalmu jauh lebih dalam,
melebihi kedalaman dirimu mengenali dirimu sendiri, sayang.
Entah apa sebab
dirimu begitu memikat
hingga hasratku menggugat
ingin lebih mengenalmu lebih dekat
dari nadi tubuhku yang melekat
Mulai dari tingkah lakumu
hingga tutur katamu
begitu anggun bak perawan ranum
kutempatkan dalam sisi otakku terluas
agar aku lebih bisa mengingat mengenalmu
caramu berpakaian
hingga jemari lentikmu menggelayut membersihkan badan
kucatat dan kutirukan
agar aku lebih serupa mengenalmu
bahkan salah satu bajumu yang kau tambal
aku tahu letaknya
dan berapa jumlah jahitannya
karena aku ingin lebih mengenalmu
secawan anggur yang kuteguk
ternyata tak mampu membuatku mabuk
dibanding aku mendengar namamu disebut
jiwa ini tak sadarkan diri
menari-nari
sayang aku ingin mengenalmu jauh lebih dalam,
melebihi kedalaman dirimu mengenali dirimu sendiri.
Namun apa jawabmu?
Kau bahkan tak mampu mengenali dirimu sendiri
bagaimana bisa kau mengenali diriku?
melebihi kedalaman dirimu mengenali dirimu sendiri, sayang.
Entah apa sebab
dirimu begitu memikat
hingga hasratku menggugat
ingin lebih mengenalmu lebih dekat
dari nadi tubuhku yang melekat
Mulai dari tingkah lakumu
hingga tutur katamu
begitu anggun bak perawan ranum
kutempatkan dalam sisi otakku terluas
agar aku lebih bisa mengingat mengenalmu
caramu berpakaian
hingga jemari lentikmu menggelayut membersihkan badan
kucatat dan kutirukan
agar aku lebih serupa mengenalmu
bahkan salah satu bajumu yang kau tambal
aku tahu letaknya
dan berapa jumlah jahitannya
karena aku ingin lebih mengenalmu
secawan anggur yang kuteguk
ternyata tak mampu membuatku mabuk
dibanding aku mendengar namamu disebut
jiwa ini tak sadarkan diri
menari-nari
sayang aku ingin mengenalmu jauh lebih dalam,
melebihi kedalaman dirimu mengenali dirimu sendiri.
Namun apa jawabmu?
Kau bahkan tak mampu mengenali dirimu sendiri
bagaimana bisa kau mengenali diriku?
TEACHER ORIENTATIONS TOWARD ICT IN EDUCATION
NAMA: AHMAD IDRIS SETYAWAN
NIM : A410090185
JUDUL JURNAL : TEACHER ORIENTATIONS TOWARD ICT IN EDUCATION
OLEH :Dr Leong Yong Pak (Universiti Brunei Darussalam leongyp@ubd.edu.bn)
Pemrakarsaaan E-Government yang berkesinambungan di Negara Brunei Darussalam adalah sesuatu hal yang mahal dan hal itu juga meliputi pengenalan tentang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) ke dalam dunia pendidikan. Banyak guru "veteran" tidak berorientasi pada TIK dan lebih independen berorientasi pedagogis yang melengkapi pendekatan mengajar. Mereka bahkan tidak yakin tentang manfaat TIK dalam pembelajaran siswa dalam suatu kurikulum yang berorientasi pengujian. Seperti tekanan respon masyarakat, guru dituntut untuk menggunakan TIK dalam menyampaikan materi pembelajaran, praktek, dan tugas melalui media komputer.
Permasalahan yang menghambat penggunaan TIK dalam dunia pendidikan di Brunai antara lain: 1) Minimnya perangkat lunak yang di miliki lembaga pendidikan di brunai, 2) Laboraturium computer TIK yang terbatas, dan 3) Ruang kelas yang tidak dilengkapi dengan komputer, LCD proyektor atau akses Internet. Faktor-faktor tersebut mengakibatkan guru lambat dalam menguasai TIK dan lebih berorientasi dengan menggunakan metode pembelajaran yang lama.
Untuk membantu pelaksanaan inovasi teknologi di sekolah-sekolah, peneliti meminta guru untuk mengubah pandangan mereka mengenai preferensi tentang penggunaan ICT dalam pengajaran mereka. Para guru menyatakan keinginan yang kuat perihal kepentingan dalam memiliki akses ke sumber daya yang diproduksi oleh Universiti Brunei Darussalam [UBD] sebagai bagian dari Program TIK nya. Banyak guru telah mengindikasikan bahwa mereka bersedia untuk bekerja dengan siswa UBD difase perencanaan desain instruksional ICT. Secara umum, mereka lebih suka sumber daya yang yang mudah digunakan untuk teknologi yang lebih canggih: PowerPoint ke Flash, lembar kerja dan cerita pencarian web, dan sumber daya yang disesuaikan dengan kurikulum Brunei untuk sumber daya generik. Guru-guru sangat mendukung sistem pengindeksan yang cocok dengan sumber daya untuk topic kurikulum di Brunei dan ingin dapat memiliki akses mudah ke sumber daya lokal yang dihasilkan melalui website atau CD-ROM.
Guru di manapun mencoba untuk mengintegrasikan TIK ke dalam kurikulum sekolah. Namun, dikarenakan tingkat perubahan teknologi yang sangat cepat dan mahal mengakibatkan sulitnya mendapatkan dan mengganti perangkat keras dan perangkat lunak yang menunjang TIK. Problem yang dihadapi pihak sekolah antara lain anggaran terbatas, kesulitan jaringan sekolah dalam mengakses internet mengakibatkan sekolah akan selalu tertinggal di belakang. Sekolah dan guru harus berurusan dengan realitas yang ada. Solusinya terletak pada interaktivitas dengan akses lokal dan global untuk semua pengetahuan yang tersedia di dunia. Hal ini dapat mengembangkan rasa ingin tahu siswa dalam rangka untuk mengembangkan kepercayaan dan kreativitas dalam kemampuan untuk mengeksplorasi, berkomunikasi, menciptakan dan mengembangkan pengetahuan. Guru dan siswa didorong untuk menjelajahi internet dan kembali ke kelas untuk berbicara tentang apa yang mereka telah temukan yang menarik atau membingungkan, dan berbagi informasi dan pengetahuan dalam cara-cara kreatif.
Pendidik harus bereksperimen agar bagaimana semua ini dapat cocok dengan buku teks dan silabus sekolah dan pemeriksaan umum. Jonassen (1997) dan Nicaise (1997) mengusulkan ide komputer untuk mendukung kegiatan pembelajaran: eksplorasi, manipulasi dan artikulasi tentang apa yang telah mereka pelajari (spekulasi, conjecturing, pengujian hipotesis, dan refleksi pada apa yang mereka lakukan). Guru bisa mendukung kegiatan pembelajaran konstruktivis dengan pemodelan, pelatihan dan perancah.
Membuat informasi dan pengetahuan yang tersedia tidak hanya mengubah tempat kerja, namun juga mengubah pendidikan. Hal ini memberi setiap orang kesempatan untuk keterlibatan yang lebih besar dan komunikasi-siswa kepada siswa di dalam kelas atau di sekolah, siswa dengan guru, dan juga guru untuk kolaborasi dengan guru. Mereka dapat membangun pada pekerjaan masing-masing. Dengan TIK, guru dan siswa memiliki kesempatan untuk melakukan itu. Pendidikan TIK di Universiti Brunei Darussalam bertujuan untuk menyediakan sumber daya TIK untuk semua sekolah di negara ini. Guru dan siswa luar negeri juga akan dapat mengakses sumber daya bebas. Diharapkan bahwa semua sekolah tingkat utama dan guru sekolah menengah, siswa dan orang tua mereka akan mampu memanfaatkan penggunaan TIK dengan cara mereka sendiri untuk meningkatkan kualitas pendidikan, dan yang lebih penting untuk mempersiapkan siswa untuk hidup dan bekerja di dunia TIK.
PENELITIAN TIK DALAM PENDIDIKAN
Penelitian tentang pendidikan guru dengan Germann dan Sasse (1997) mengungkapkan sikap guru sains dalam program pengembangan teknologi pendidikan dinilai sangat memprihatinkan. Hasil penelitian dari 40 guru SD dan SMP yang terlibat dalam program 2 tahun untuk mengintegrasikan penggunaan computer dengan pengajaran ilmu pengetahuan menunjukkan penurunan dalam tahun pertama. Namun, dalam tahun kedua, para guru kembali menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan.
Cleland (1999) meneliti efek pada ilmu pengetahuan dan instruksi matematika dari
pengembangan profesional dalam multimedia berbasis teknologi untuk 26 penataran dan 14 preservice guru. Peserta belajar menggunakan multimedia berbasis teknologi dalam dua minggu. Data dari berbagai tindakan, termasuk computer kompetensi survei, Pemanfaatan Micro computer dalam Instrumen Pengajaran Efikasi Keyakinan, penggunaan komputer log, jurnal peserta, observasi kelas, dan wawancara dengan menggunakan tingkat penggunaan teknik menunjukkan bahwa guru menunjukkan peningkatan tingkat kompetensi dan kepercayaan diri dalam menggunakan teknologi untuk ilmu pengetahuan dan instruksi matematika.
Para penulis berfokus pada tiga komponen penting untuk keberhasilan profesional
pengembangan model: keterkaitan pedagogi untuk teknologi; perencanaan guru kolaboratif unit instruksional, dan dukungan selama pelaksanaan untuk mempromosikan perubahan sistemik. Dalam rangka mendukung dan memastikan keberhasilan upaya ICT di sekolah-sekolah terpadu dan terencana perlu perubahan dalam kurikulum pendidikan guru, baik untuk pra-dan in-service yang diperlukan. Pedagogi juga telah berkembang dari pendekatan struktural dengan pendekatan kognitif sosial-kognitif pendekatan dalam mengajar dan belajar.
Dalam perspektif saat ini, berarti belajar untuk menjadi bagian dari komunitas yang berbicara, membaca, dan menulis tentang pengetahuan. Ini melibatkan interaksi otentik dan komunikasi, seperti mengambil tempat online. Saran bahwa komputer dan sumber daya TIK harus menjadi bagian dari lingkungan belajar, bukan sebagai instrument opsional. Hal ini konsisten dengan pandangan melek huruf dan pengembangan pengetahuan. Sama seperti siswa belajar untuk membaca dan menulis dalam lingkungan cetak, mereka juga harus belajar untuk membaca dan menulis dalam lingkungan elektronik untuk sukses di abad ke-21.
INISIATIF TERBARU DALAM MENDUKUNG TINGKAT BELAJAR BRUNEI
Inovasi adalah lebih dari perubahan. Ini adalah suatu perubahan yang dapat berdiri sendiri, yang membawa nilai tambah kepada masyarakat-penemuan yang mengarah ke nilai tambah dari waktu ke waktu. Peningkatan akses ke sumber daya untuk guru di Brunei sekolah yang inovatif. Proyek ini mengusulkan untuk membuat dua perubahan pada sistem pendidikan di Brunei Darussalam. Salah satunya adalah untuk memulai keterlibatan yang lebih besar dari guru berlatih dalam proses sumber daya menciptakan bahwa secara rutin berlangsung di UBD. Kedua adalah untuk menyediakan akses kepada siswa dan guru di Brunei sistem pendidikan publik dengan produk yang dikembangkan oleh teknologi pendidikan UBD dan TIK siswa.
Dengan database yang beroperasi, studi longitudinal dapat dikembangkan, memeriksa dan mengevaluasi pengaruh teknologi pada pengajaran memungkinkan untuk penyempurnaan belajar mengajar perilaku melalui penggunaan teknologi yang tepat. Database menjadi komponen penting dalam antarmuka penelitian teknologi di sekolah-sekolah yang merupakan alasan untuk penciptaan tempat pertama. Dalam jangka pendek manfaat dari database ini adalah pengetahuan lebih baik tentang siapa yang kita layani adalah seorang guru, mata pelajaran yang mereka ajarkan dan kesediaan mereka untuk berpartisipasi dalam memproduksi sumber daya mereka dan merasa bisa menggunakan kurikulum sekolah . Informasi statistik berguna dalam dirinya sendiri namun nilai dalam hal ini sangat terhalang oleh potensi kontribusi untuk membawa UBD dan sekolah bersama-sama dalam menerapkan teknologi tepat guna.
Proyek ini diharapkan bisa mencapai dua hal:
1. Penerapan prinsip-prinsip desain instruksional dalam pengaturan lebih realistis dari pada yang telah tersedia sebelumnya, dan
2. penciptaan data base sumber daya yang menunjukkan jaringan guru berbagi kebutuhan sumber daya yang sama.
Proyek ini meletakkan dasar untuk berbagi sumber daya yang dirancang UBD dengan semua orang di system dengan membina sebuah Ekuitas Model untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar di Brunei Darussalam.
Teknologi multimedia menawarkan kesempatan untuk kreatif ekspresi dan eksplorasi dalam kegiatan instruksional yang mengintegrasikan matematika, ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan multimedia saat ini, akses nonlinier, otonomi dan self-peraturan yangdimasukkan ke dalam desain perangkat lunak.sebagian besar guru sekarang melaporkan bahwa kelas komputerbahkan lebih populer daripada kelas pendidikan jasmani. Belajar dan pengajaran harus menyenangkan dan lebih mandiri sekarang dengan teknologi baru.
TANGGAPAN:
Penerapan TIK dalam dunia pendidikan di Brunai Darussalam masih terkendala dari berbagai factor antara lain factor pengajar atau guru yang lebih cenderung untuk menggunakan pengajaran dengan model yang lama, Minimnya perangkat lunak yang di miliki lembaga pendidikan di brunai, Laboraturium computer TIK yang terbatas, dan Ruang kelas yang tidak dilengkapi dengan komputer, LCD proyektor atau akses Internet. Faktor-faktor tersebut mengakibatkan guru lambat dalam menguasai TIK dan lebih berorientasi dengan menggunakan metode pembelajaran yang lama.
Berdasarkan permasalahan itu, berbagai penelitian dilakukan untuk menerapkan TIK secara menyeluruh terutama dalam dunia pendidikan yang salah satunya bekerja sama dengan peneliti dari Universitas Brunai Darussalam. Dalam rangka mendukung dan memastikan keberhasilan upaya ICT di sekolah-sekolah terpadu dan terencana perlu perubahan dalam kurikulum pendidikan guru, baik untuk pra-dan in-service yang diperlukan. komputer dan sumber daya TIK harus menjadi bagian dari lingkungan belajar, bukan sebagai instrument opsional. Hal ini konsisten dengan pandangan melek huruf dan pengembangan pengetahuan. Sama seperti siswa belajar untuk membaca dan menulis dalam lingkungan cetak, mereka juga harus belajar untuk membaca dan menulis dalam lingkungan elektronik untuk sukses di abad ke-21.
TIK sangat bermanfaat dalam dunia pendidikan, dintaranya baik pengajar maupun siswa bisa menggali informasi melalui akses internet. Tidak hanya itu, mereka juga bisa menyebar luaskan materi ke dunia maya sehingga materi mereka bisa dibaca oleh seluruh pengguna layanan internet.
Peran multimedia sangat membantu guru dalam menyampaikan materi ajar kepada siswa, sehingga topic pelajaran menjadi lebih menyenangkan dan tidak hanya terpaku dengan metode pengajaran lama.
NIM : A410090185
JUDUL JURNAL : TEACHER ORIENTATIONS TOWARD ICT IN EDUCATION
OLEH :Dr Leong Yong Pak (Universiti Brunei Darussalam leongyp@ubd.edu.bn)
Pemrakarsaaan E-Government yang berkesinambungan di Negara Brunei Darussalam adalah sesuatu hal yang mahal dan hal itu juga meliputi pengenalan tentang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) ke dalam dunia pendidikan. Banyak guru "veteran" tidak berorientasi pada TIK dan lebih independen berorientasi pedagogis yang melengkapi pendekatan mengajar. Mereka bahkan tidak yakin tentang manfaat TIK dalam pembelajaran siswa dalam suatu kurikulum yang berorientasi pengujian. Seperti tekanan respon masyarakat, guru dituntut untuk menggunakan TIK dalam menyampaikan materi pembelajaran, praktek, dan tugas melalui media komputer.
Permasalahan yang menghambat penggunaan TIK dalam dunia pendidikan di Brunai antara lain: 1) Minimnya perangkat lunak yang di miliki lembaga pendidikan di brunai, 2) Laboraturium computer TIK yang terbatas, dan 3) Ruang kelas yang tidak dilengkapi dengan komputer, LCD proyektor atau akses Internet. Faktor-faktor tersebut mengakibatkan guru lambat dalam menguasai TIK dan lebih berorientasi dengan menggunakan metode pembelajaran yang lama.
Untuk membantu pelaksanaan inovasi teknologi di sekolah-sekolah, peneliti meminta guru untuk mengubah pandangan mereka mengenai preferensi tentang penggunaan ICT dalam pengajaran mereka. Para guru menyatakan keinginan yang kuat perihal kepentingan dalam memiliki akses ke sumber daya yang diproduksi oleh Universiti Brunei Darussalam [UBD] sebagai bagian dari Program TIK nya. Banyak guru telah mengindikasikan bahwa mereka bersedia untuk bekerja dengan siswa UBD difase perencanaan desain instruksional ICT. Secara umum, mereka lebih suka sumber daya yang yang mudah digunakan untuk teknologi yang lebih canggih: PowerPoint ke Flash, lembar kerja dan cerita pencarian web, dan sumber daya yang disesuaikan dengan kurikulum Brunei untuk sumber daya generik. Guru-guru sangat mendukung sistem pengindeksan yang cocok dengan sumber daya untuk topic kurikulum di Brunei dan ingin dapat memiliki akses mudah ke sumber daya lokal yang dihasilkan melalui website atau CD-ROM.
Guru di manapun mencoba untuk mengintegrasikan TIK ke dalam kurikulum sekolah. Namun, dikarenakan tingkat perubahan teknologi yang sangat cepat dan mahal mengakibatkan sulitnya mendapatkan dan mengganti perangkat keras dan perangkat lunak yang menunjang TIK. Problem yang dihadapi pihak sekolah antara lain anggaran terbatas, kesulitan jaringan sekolah dalam mengakses internet mengakibatkan sekolah akan selalu tertinggal di belakang. Sekolah dan guru harus berurusan dengan realitas yang ada. Solusinya terletak pada interaktivitas dengan akses lokal dan global untuk semua pengetahuan yang tersedia di dunia. Hal ini dapat mengembangkan rasa ingin tahu siswa dalam rangka untuk mengembangkan kepercayaan dan kreativitas dalam kemampuan untuk mengeksplorasi, berkomunikasi, menciptakan dan mengembangkan pengetahuan. Guru dan siswa didorong untuk menjelajahi internet dan kembali ke kelas untuk berbicara tentang apa yang mereka telah temukan yang menarik atau membingungkan, dan berbagi informasi dan pengetahuan dalam cara-cara kreatif.
Pendidik harus bereksperimen agar bagaimana semua ini dapat cocok dengan buku teks dan silabus sekolah dan pemeriksaan umum. Jonassen (1997) dan Nicaise (1997) mengusulkan ide komputer untuk mendukung kegiatan pembelajaran: eksplorasi, manipulasi dan artikulasi tentang apa yang telah mereka pelajari (spekulasi, conjecturing, pengujian hipotesis, dan refleksi pada apa yang mereka lakukan). Guru bisa mendukung kegiatan pembelajaran konstruktivis dengan pemodelan, pelatihan dan perancah.
Membuat informasi dan pengetahuan yang tersedia tidak hanya mengubah tempat kerja, namun juga mengubah pendidikan. Hal ini memberi setiap orang kesempatan untuk keterlibatan yang lebih besar dan komunikasi-siswa kepada siswa di dalam kelas atau di sekolah, siswa dengan guru, dan juga guru untuk kolaborasi dengan guru. Mereka dapat membangun pada pekerjaan masing-masing. Dengan TIK, guru dan siswa memiliki kesempatan untuk melakukan itu. Pendidikan TIK di Universiti Brunei Darussalam bertujuan untuk menyediakan sumber daya TIK untuk semua sekolah di negara ini. Guru dan siswa luar negeri juga akan dapat mengakses sumber daya bebas. Diharapkan bahwa semua sekolah tingkat utama dan guru sekolah menengah, siswa dan orang tua mereka akan mampu memanfaatkan penggunaan TIK dengan cara mereka sendiri untuk meningkatkan kualitas pendidikan, dan yang lebih penting untuk mempersiapkan siswa untuk hidup dan bekerja di dunia TIK.
PENELITIAN TIK DALAM PENDIDIKAN
Penelitian tentang pendidikan guru dengan Germann dan Sasse (1997) mengungkapkan sikap guru sains dalam program pengembangan teknologi pendidikan dinilai sangat memprihatinkan. Hasil penelitian dari 40 guru SD dan SMP yang terlibat dalam program 2 tahun untuk mengintegrasikan penggunaan computer dengan pengajaran ilmu pengetahuan menunjukkan penurunan dalam tahun pertama. Namun, dalam tahun kedua, para guru kembali menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan.
Cleland (1999) meneliti efek pada ilmu pengetahuan dan instruksi matematika dari
pengembangan profesional dalam multimedia berbasis teknologi untuk 26 penataran dan 14 preservice guru. Peserta belajar menggunakan multimedia berbasis teknologi dalam dua minggu. Data dari berbagai tindakan, termasuk computer kompetensi survei, Pemanfaatan Micro computer dalam Instrumen Pengajaran Efikasi Keyakinan, penggunaan komputer log, jurnal peserta, observasi kelas, dan wawancara dengan menggunakan tingkat penggunaan teknik menunjukkan bahwa guru menunjukkan peningkatan tingkat kompetensi dan kepercayaan diri dalam menggunakan teknologi untuk ilmu pengetahuan dan instruksi matematika.
Para penulis berfokus pada tiga komponen penting untuk keberhasilan profesional
pengembangan model: keterkaitan pedagogi untuk teknologi; perencanaan guru kolaboratif unit instruksional, dan dukungan selama pelaksanaan untuk mempromosikan perubahan sistemik. Dalam rangka mendukung dan memastikan keberhasilan upaya ICT di sekolah-sekolah terpadu dan terencana perlu perubahan dalam kurikulum pendidikan guru, baik untuk pra-dan in-service yang diperlukan. Pedagogi juga telah berkembang dari pendekatan struktural dengan pendekatan kognitif sosial-kognitif pendekatan dalam mengajar dan belajar.
Dalam perspektif saat ini, berarti belajar untuk menjadi bagian dari komunitas yang berbicara, membaca, dan menulis tentang pengetahuan. Ini melibatkan interaksi otentik dan komunikasi, seperti mengambil tempat online. Saran bahwa komputer dan sumber daya TIK harus menjadi bagian dari lingkungan belajar, bukan sebagai instrument opsional. Hal ini konsisten dengan pandangan melek huruf dan pengembangan pengetahuan. Sama seperti siswa belajar untuk membaca dan menulis dalam lingkungan cetak, mereka juga harus belajar untuk membaca dan menulis dalam lingkungan elektronik untuk sukses di abad ke-21.
INISIATIF TERBARU DALAM MENDUKUNG TINGKAT BELAJAR BRUNEI
Inovasi adalah lebih dari perubahan. Ini adalah suatu perubahan yang dapat berdiri sendiri, yang membawa nilai tambah kepada masyarakat-penemuan yang mengarah ke nilai tambah dari waktu ke waktu. Peningkatan akses ke sumber daya untuk guru di Brunei sekolah yang inovatif. Proyek ini mengusulkan untuk membuat dua perubahan pada sistem pendidikan di Brunei Darussalam. Salah satunya adalah untuk memulai keterlibatan yang lebih besar dari guru berlatih dalam proses sumber daya menciptakan bahwa secara rutin berlangsung di UBD. Kedua adalah untuk menyediakan akses kepada siswa dan guru di Brunei sistem pendidikan publik dengan produk yang dikembangkan oleh teknologi pendidikan UBD dan TIK siswa.
Dengan database yang beroperasi, studi longitudinal dapat dikembangkan, memeriksa dan mengevaluasi pengaruh teknologi pada pengajaran memungkinkan untuk penyempurnaan belajar mengajar perilaku melalui penggunaan teknologi yang tepat. Database menjadi komponen penting dalam antarmuka penelitian teknologi di sekolah-sekolah yang merupakan alasan untuk penciptaan tempat pertama. Dalam jangka pendek manfaat dari database ini adalah pengetahuan lebih baik tentang siapa yang kita layani adalah seorang guru, mata pelajaran yang mereka ajarkan dan kesediaan mereka untuk berpartisipasi dalam memproduksi sumber daya mereka dan merasa bisa menggunakan kurikulum sekolah . Informasi statistik berguna dalam dirinya sendiri namun nilai dalam hal ini sangat terhalang oleh potensi kontribusi untuk membawa UBD dan sekolah bersama-sama dalam menerapkan teknologi tepat guna.
Proyek ini diharapkan bisa mencapai dua hal:
1. Penerapan prinsip-prinsip desain instruksional dalam pengaturan lebih realistis dari pada yang telah tersedia sebelumnya, dan
2. penciptaan data base sumber daya yang menunjukkan jaringan guru berbagi kebutuhan sumber daya yang sama.
Proyek ini meletakkan dasar untuk berbagi sumber daya yang dirancang UBD dengan semua orang di system dengan membina sebuah Ekuitas Model untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar di Brunei Darussalam.
Teknologi multimedia menawarkan kesempatan untuk kreatif ekspresi dan eksplorasi dalam kegiatan instruksional yang mengintegrasikan matematika, ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan multimedia saat ini, akses nonlinier, otonomi dan self-peraturan yangdimasukkan ke dalam desain perangkat lunak.sebagian besar guru sekarang melaporkan bahwa kelas komputerbahkan lebih populer daripada kelas pendidikan jasmani. Belajar dan pengajaran harus menyenangkan dan lebih mandiri sekarang dengan teknologi baru.
TANGGAPAN:
Penerapan TIK dalam dunia pendidikan di Brunai Darussalam masih terkendala dari berbagai factor antara lain factor pengajar atau guru yang lebih cenderung untuk menggunakan pengajaran dengan model yang lama, Minimnya perangkat lunak yang di miliki lembaga pendidikan di brunai, Laboraturium computer TIK yang terbatas, dan Ruang kelas yang tidak dilengkapi dengan komputer, LCD proyektor atau akses Internet. Faktor-faktor tersebut mengakibatkan guru lambat dalam menguasai TIK dan lebih berorientasi dengan menggunakan metode pembelajaran yang lama.
Berdasarkan permasalahan itu, berbagai penelitian dilakukan untuk menerapkan TIK secara menyeluruh terutama dalam dunia pendidikan yang salah satunya bekerja sama dengan peneliti dari Universitas Brunai Darussalam. Dalam rangka mendukung dan memastikan keberhasilan upaya ICT di sekolah-sekolah terpadu dan terencana perlu perubahan dalam kurikulum pendidikan guru, baik untuk pra-dan in-service yang diperlukan. komputer dan sumber daya TIK harus menjadi bagian dari lingkungan belajar, bukan sebagai instrument opsional. Hal ini konsisten dengan pandangan melek huruf dan pengembangan pengetahuan. Sama seperti siswa belajar untuk membaca dan menulis dalam lingkungan cetak, mereka juga harus belajar untuk membaca dan menulis dalam lingkungan elektronik untuk sukses di abad ke-21.
TIK sangat bermanfaat dalam dunia pendidikan, dintaranya baik pengajar maupun siswa bisa menggali informasi melalui akses internet. Tidak hanya itu, mereka juga bisa menyebar luaskan materi ke dunia maya sehingga materi mereka bisa dibaca oleh seluruh pengguna layanan internet.
Peran multimedia sangat membantu guru dalam menyampaikan materi ajar kepada siswa, sehingga topic pelajaran menjadi lebih menyenangkan dan tidak hanya terpaku dengan metode pengajaran lama.
Langganan:
Postingan (Atom)